Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trenggono Ungkap Momen Awal Jadi Menteri dari Dorongan Prabowo

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menceritakan perjalanan awalnya menjadi menteri, didorong langsung oleh Prabowo Subianto, serta niat transformasi pelabuhan perikanan melalui proyek PPN Kejawanan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Trenggono Ungkap Momen Awal Jadi Menteri dari Dorongan Prabowo📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, mengungkap kembali momen krusial saat dirinya pertama kali dipercaya menjabat sebagai menteri. Ia menyebut awal masa jabatannya penuh ketegangan dan kecemasan, seperti seorang siswa yang baru masuk sekolah baru. Perasaan grogi itu muncul meski ia sudah memiliki pengalaman sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada periode 2019–2020, mendampingi Prabowo Subianto saat menjabat Menteri Pertahanan.

Keputusan menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada Desember 2020, menurut Trenggono, bukan hasil perencanaan jangka panjang, melainkan hasil dorongan langsung dari Prabowo. Ia mengisahkan bahwa saat itu, Prabowo secara tegas menyarankannya untuk beralih dari posisi wakil menteri ke jabatan menteri di kementerian baru. “Saya kaget, katanya ‘Sudah kamu jadi menteri, jangan jadi wakil saya, jadi Menteri Kelautan dan Perikanan’,” kenangnya dalam sambutan peletakan batu pertama di Cirebon, 17 September 2026.

Pengalaman pertamanya meninjau langsung pelabuhan perikanan dan kampung nelayan justru menimbulkan kekecewaan mendalam. Ia terkejut dengan kondisi sarana prasarana yang kumuh dan bau, jauh dari harapan. “Saya langsung berpikir, ‘aduh, kok ini yang harus saya kelola?’” ujarnya. Perbandingan dengan pelabuhan di Jepang, Australia, dan Eropa yang bersih, terorganisir, dan ramah lingkungan semakin menguatkan tekadnya untuk melakukan reformasi mendasar.

Transformasi ini kini diwujudkan melalui pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, yang didanai pinjaman dari Islamic Development Bank senilai Rp459 miliar. Proyek ini menargetkan peningkatan kapasitas dari 241 kapal menjadi 500 unit, produksi ikan dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun, serta penyerapan tenaga kerja dari 2.900 menjadi 8.000 orang. Penerimaan negara bukan pajak juga diproyeksikan naik dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar.

Trenggono menegaskan bahwa tujuan utama bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi menciptakan pelabuhan modern yang terintegrasi dengan potensi pariwisata lokal. Ia berharap pelabuhan tidak lagi hanya simbol aktivitas perikanan, tetapi menjadi destinasi wisata tematik yang mencerminkan karakter budaya daerah. “Kami ingin pelabuhan yang bersih, nyaman, dan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat,” tandasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya