Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Hilirisasi Bauksit, Target Nilai Tambah 40 Kali Lipat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan strategi hilirisasi bauksit hingga menjadi aluminium untuk mencapai nilai tambah hingga 40 kali lipat dan menargetkan kontribusi ekonomi hingga US$16 miliar pada 2030.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Prabowo Dorong Hilirisasi Bauksit, Target Nilai Tambah 40 Kali Lipat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi sumber daya alam melalui hilirisasi, khususnya bauksit, dengan fokus pada pengembangan industri pengolahan terintegrasi. Ia menekankan bahwa pengolahan bauksit menjadi alumina, kemudian alumina menjadi aluminium, mampu meningkatkan nilai komoditas secara signifikan dibandingkan ekspor dalam bentuk mentah. Proses ini, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam nasional.

Dalam dialog dengan para jurnalis dan pakar di Hambalang, Jawa Barat, Prabowo menyebutkan bahwa dalam skenario pengolahan lokal, nilai tambah bisa mencapai 32 hingga 66 kali lipat tergantung teknologi dan skala produksi. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sedang dijalankan secara menyeluruh, termasuk pembangunan smelter dan infrastruktur pendukung yang mendukung industri berbasis logam. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa manfaat ekonomi dari bauksit tetap berada di dalam negeri.

Prabowo memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, sektor hilirisasi bauksit dapat menghasilkan nilai ekonomi antara US$15 hingga US$16 miliar. Angka ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan kemandirian industri nasional. Ia menekankan bahwa cadangan bauksit Indonesia menempati posisi keenam terbesar di dunia, yang memberi peluang besar untuk pengembangan industri berbasis mineral.

Investasi yang dibutuhkan untuk membangun industri pengolahan bauksit hingga aluminium diperkirakan mencapai US$26 miliar. Selain memperkuat ekonomi, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 229.000 posisi. Prabowo menegaskan bahwa nilai tambah hingga 36,9 hingga 40 kali lipat yang selama ini terlewatkan harus kini menjadi milik Indonesia, sebagai bentuk transformasi ekonomi berkelanjutan dan berdampak luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

ESDM Masih Evaluasi RKAB 2026 Bayan
Pertambangan

ESDM Masih Evaluasi RKAB 2026 Bayan

Kementerian ESDM masih dalam tahap evaluasi mendalam terhadap perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2026 PT Bayan Resources, yang memicu pernyataan force majeure oleh anak perusahaannya.

16 September 2026

Berita Lainnya