Prabowo Dorong Hilirisasi Bauksit, Target Nilai Tambah 40 Kali Lipat
Presiden Prabowo Subianto menegaskan strategi hilirisasi bauksit hingga menjadi aluminium untuk mencapai nilai tambah hingga 40 kali lipat dan menargetkan kontribusi ekonomi hingga US$16 miliar pada 2030.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 19.36 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi sumber daya alam melalui hilirisasi, khususnya bauksit, dengan fokus pada pengembangan industri pengolahan terintegrasi. Ia menekankan bahwa pengolahan bauksit menjadi alumina, kemudian alumina menjadi aluminium, mampu meningkatkan nilai komoditas secara signifikan dibandingkan ekspor dalam bentuk mentah. Proses ini, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam nasional.
Dalam dialog dengan para jurnalis dan pakar di Hambalang, Jawa Barat, Prabowo menyebutkan bahwa dalam skenario pengolahan lokal, nilai tambah bisa mencapai 32 hingga 66 kali lipat tergantung teknologi dan skala produksi. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sedang dijalankan secara menyeluruh, termasuk pembangunan smelter dan infrastruktur pendukung yang mendukung industri berbasis logam. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa manfaat ekonomi dari bauksit tetap berada di dalam negeri.
Prabowo memproyeksikan bahwa pada tahun 2030, sektor hilirisasi bauksit dapat menghasilkan nilai ekonomi antara US$15 hingga US$16 miliar. Angka ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan kemandirian industri nasional. Ia menekankan bahwa cadangan bauksit Indonesia menempati posisi keenam terbesar di dunia, yang memberi peluang besar untuk pengembangan industri berbasis mineral.
Investasi yang dibutuhkan untuk membangun industri pengolahan bauksit hingga aluminium diperkirakan mencapai US$26 miliar. Selain memperkuat ekonomi, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 229.000 posisi. Prabowo menegaskan bahwa nilai tambah hingga 36,9 hingga 40 kali lipat yang selama ini terlewatkan harus kini menjadi milik Indonesia, sebagai bentuk transformasi ekonomi berkelanjutan dan berdampak luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

China Temukan Depositan Mineral Laut Berpotensi Emas Tinggi
Penelitian China mengungkap endapan sulfida polimetalik berpotensi tinggi di Pasifik Barat, dengan kandungan emas mencapai 15,4 gram per ton bijih.
16 September 2026

El Nino Picu Kekurangan Listrik di Sulawesi dan Kalimantan
Kekurangan pasokan listrik di Sulawesi dan Kalimantan disebabkan penurunan debit air akibat El Nino, bukan kelangkaan batu bara sesuai RKAB.
16 September 2026

ESDM Masih Evaluasi RKAB 2026 Bayan
Kementerian ESDM masih dalam tahap evaluasi mendalam terhadap perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2026 PT Bayan Resources, yang memicu pernyataan force majeure oleh anak perusahaannya.
16 September 2026

ANTAM Perkuat Keberlanjutan Lewat Konservasi Laut di Lombok
PT ANTAM (Persero) Tbk bersama peserta Women On The Move 2026 lakukan aksi konservasi di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan 50 tukik dan menanam 55 terumbu karang sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
16 September 2026
Berita Lainnya

Kebiasaan Menunda Nikmati Kopi Bisa Cerminan Pola Hidup
Kamis, 17 September 2026, 19.46 WITA

Tesla Resmi Hadir di Vietnam Lewat Anak Perusahaan Baru
Kamis, 17 September 2026, 19.45 WITA

Fitur Motion Assist Bantu Kurangi Mabuk Saat Naik Kendaraan
Kamis, 17 September 2026, 19.38 WITA

Zuckerberg Dorong AI Berkembang Bebas, Tekankan Tanggung Jawab Mandiri
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Langsung ke Jepang Tuntaskan Proyek Masela yang 28 Tahun Terbengkalai
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Perketat Sistem Magang Nasional
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Antrean BBM di Makassar Tuntas, Pemerintah Ungkap Penimbunan dan Faktor Teknis
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia dan Malaysia Percepat Pembaruan MoU Perlindungan Pekerja Migran
Kamis, 17 September 2026, 19.37 WITA


