ANTAM Perkuat Keberlanjutan Lewat Konservasi Laut di Lombok
PT ANTAM (Persero) Tbk bersama peserta Women On The Move 2026 lakukan aksi konservasi di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan 50 tukik dan menanam 55 terumbu karang sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT ANTAM (Persero) Tbk menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata di kawasan pesisir Medana Bay, Lombok, pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Women On The Move 2026 yang mengusung tema "Leading Beyond Limits, Creating Lasting Impact", menggabungkan penguatan kepemimpinan perempuan dengan aksi sosial dan pelestarian ekosistem laut. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 50 ekor tukik berhasil dilepas kembali ke alam, sementara 55 unit terumbu karang dilakukan penanaman dan restorasi untuk memulihkan ekosistem bawah laut.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira, menekankan bahwa keselamatan menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas perusahaan, bahkan sebelum membahas aspek keberlanjutan. Ia menegaskan bahwa setiap program, termasuk yang berbasis lingkungan, selalu dimulai dengan momen keselamatan. “Safety always comes first. Sebelum membicarakan dampak jangka panjang, keselamatan harus menjadi prioritas,” ujarnya dalam kegiatan yang berlangsung di Lombok.
Arini menyoroti pentingnya terumbu karang sebagai habitat vital bagi berbagai spesies laut, serta peran pelepasliaran tukik dalam menjaga kelestarian populasi penyu dan keseimbangan ekosistem pesisir. Ia berharap aksi ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi titik awal transformasi berkelanjutan. Dengan kolaborasi bersama Women On The Move 2026, ANTAM ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan dapat berdampak nyata, baik dalam pengembangan kapasitas maupun kontribusi terhadap lingkungan.
Kegiatan The Blue Legacy menjadi wadah strategis untuk menanamkan kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Arini optimistis dampak dari program ini akan terasa dalam jangka panjang, bahkan setelah acara berakhir. Melalui pendekatan yang terintegrasi antara kepemimpinan, kesehatan, dan kepedulian lingkungan, ANTAM terus mendorong nilai tambah bagi masyarakat dan alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Freeport Proyeksikan Produksi Tembaga Capai 800 Juta Pound di 2026
PT Freeport Indonesia memperkirakan produksi tembaga mencapai 800 juta pound dan emas 21 ton pada 2026, seiring pemulihan operasional Grasberg Block Cave pasca-longsoran.
16 September 2026

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Dirut PTBA menyatakan cadangan batu bara perusahaan hanya mencapai 2,88 miliar ton, berada di posisi kelima dalam produksi nasional meski tetap memenuhi kewajiban DMO di atas 25%.
16 September 2026

Freeport Proyeksikan Produksi Emas 21 Ton Tahun Ini
PT Freeport Indonesia menargetkan produksi emas sebanyak 21 ton pada 2026, didukung kapasitas operasional 65% dari normal akibat dampak longsoran material basah tahun lalu.
16 September 2026

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
MIND ID soroti tantangan kompleks dalam pengelolaan mineral dan batu bara, sekaligus tekankan pentingnya integrasi nilai tambah dan keberlanjutan.
15 September 2026
Berita Lainnya

Maret Paling Banyak Libur Merah di 2027
Rabu, 16 September 2026, 11.46 WITA

7 Tipe Teman yang Mengancam Stabilitas Keuanganmu
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

9 Makanan yang Tak Boleh Disimpan di Kulkas
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Makanan Sehat yang Dukung Fokus Anak Secara Alami
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

<Kunci Hotel dan Amplop Jangan Disimpan Bersamaan>
Rabu, 16 September 2026, 11.44 WITA

Syarat Ketat Angkut Mobil Listrik Naik Kapal
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

Yamaha Tunda Peluncuran Motor Listrik di RI
Rabu, 16 September 2026, 11.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Duo Resmi Sertifikasi TKDN, Siap Masuk Indonesia
Rabu, 16 September 2026, 11.35 WITA


