Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melonjak 1% Didorong Kenaikan Harga Minyak dan Kinerja Saham Energi

Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 1% menjadi 6.526,81 pada awal perdagangan Rabu, dipimpin kenaikan sektor energi dan pergerakan positif saham utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melonjak 1% Didorong Kenaikan Harga Minyak dan Kinerja Saham Energi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik signifikan pada awal perdagangan Rabu (16/9/2026), menguat 65,66 poin atau 1,02% ke posisi 6.526,81 pada pukul 09.32 WIB. Pergerakan ini menandai perubahan arah setelah sempat melemah pada sesi awal, ketika indeks dibuka di level 6.453,91 dan sempat menyentuh titik terendah 6.445,24. Penguatan terjadi secara merata di sejumlah sektor, dengan sektor energi menjadi pendorong utama melalui kenaikan 5,49%.

Kenaikan sektor energi didukung oleh kenaikan harga minyak dunia, di mana minyak Brent naik hampir 3% ke US$108,75 per barel dan minyak WTI melonjak lebih dari 4% menjadi US$105,83 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak, khususnya dari Arab Saudi. Pergerakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi juga berdampak pada kenaikan yield obligasi global, dengan yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,041%, tertinggi sejak 2007.

Di pasar saham, saham Bayan Resources (BYAN) menjadi sorotan utama dengan kenaikan hingga 19,85% ke level 12.225, mencapai batas auto reject atas setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam. Selain itu, sejumlah emiten bank besar juga menunjukkan kinerja positif, meski penguatannya terbatas. Secara keseluruhan, 30 saham menguat, 192 melemah, dan 401 saham tidak bergerak, menunjukkan dominasi sentimen positif meski belum merata.

Pasar kini menantikan keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve AS yang akan diumumkan pada Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB. Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00% dengan probabilitas 92,4% menurut data CME FedWatch. Kondisi ini membuat investor tetap waspada terhadap dampak kebijakan moneter global terhadap pergerakan pasar modal domestik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya