Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Fokus Beli Saham Tambang di Tengah Aksi Jual Bersih

Investor asing mencatat net sell Rp349,3 miliar, namun tetap memperbesar posisi di emiten tambang, terutama ANTN, BUMI, dan AMMN.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Fokus Beli Saham Tambang di Tengah Aksi Jual Bersih📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tekanan jual dari investor asing pada perdagangan Selasa (15/9/2026), dengan catatan net sell sebesar Rp349,3 miliar. Meski demikian, arus modal asing tidak merata, melainkan terkonsentrasi pada sektor pertambangan yang dinilai menjanjikan dalam jangka menengah. Sejumlah emiten tambang berhasil menarik minat beli bersih dari investor asing, meski secara keseluruhan pasar mengalami penurunan.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi yang paling banyak dibeli bersih asing dengan nilai mencapai Rp176,1 miliar, mengungguli emiten lainnya. Diikuti oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan pembelian bersih Rp100,5 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menyusul dengan Rp97,6 miliar. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga masuk jajaran teratas dengan net buy asing sebesar Rp81,8 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,13% atau 73,54 poin ke level 6.461,15, menutup sesi dengan posisi di zona merah. Ini merupakan hari kelima berturut-turut indeks berada di area negatif, menandakan tekanan jual yang konsisten. Dalam dua pekan pertama bulan September, IHSG hanya mampu menutup di zona hijau tiga kali, sementara dalam sepekan terakhir saja telah mengalami koreksi sebesar 3,58%.

Kinerja sektor pertambangan yang menarik minat investor asing menunjukkan preferensi terhadap aset berbasis sumber daya alam yang memiliki prospek ekspor dan stabilnya harga komoditas global. Meski terjadi penjualan bersih secara keseluruhan, keberlanjutan aliran modal ke emiten tambang menunjukkan keyakinan terhadap fundamental sektor ini, terutama dalam konteks harga logam dan mineral yang tetap kuat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya