Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bursa Asia Bergerak Fluktuatif Menjelang Keputusan The Fed

Pasar saham Asia menunjukkan pergerakan bervariasi seiring investor menanti keputusan suku bunga The Fed, didorong oleh fluktuasi imbal hasil obligasi dan harga minyak global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bursa Asia Bergerak Fluktuatif Menjelang Keputusan The Fed📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), indeks saham di sejumlah negara Asia mengalami pergerakan berbeda, dengan beberapa pasar menguat sementara lainnya melemah. Indeks NZX 50 Selandia Baru menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 0,89%, disusul KOSPI Korea Selatan yang naik 0,45% dan Taiwan Weighted Index yang melonjak 0,44%. Sementara itu, indeks Straits Times Singapura dan S&P/ASX 200 Australia masing-masing menguat 0,2% dan 0,08%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong turun 0,08%, Nikkei 225 Jepang melemah 0,21%, dan indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI mencatat penurunan terdalam sebesar 1,11%.

Pergerakan bursa Asia yang terbatas terjadi setelah kenaikan imbal hasil obligasi global dan lonjakan harga minyak mulai mereda. Pasar menunggu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan pada Kamis (17/9/2026) pukul 01.00 WIB. Data dari CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 92,4%, mengindikasikan ekspektasi pasar yang kuat terhadap kenaikan suku bunga.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sempat menyentuh level 5% pada Selasa, menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, sebelum sedikit mereda menjadi 4,99% pada perdagangan Asia. Di pasar komoditas, harga minyak Brent turun 0,6% menjadi US$108,08 per barel setelah sebelumnya melonjak 2,9%. Meski demikian, harga tetap berada di atas US$100 per barel, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi.

Indeks dolar AS berada di level 99,656, dekat posisi tertinggi dalam dua pekan terakhir. Investor juga memperhatikan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh sebagai sumber petunjuk arah kebijakan moneter mendatang. Pergerakan bursa Indonesia, khususnya IHSG, dipengaruhi oleh berbagai faktor tersebut, termasuk dinamika pasar global, yield Treasury, harga minyak, dan kebijakan The Fed.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya