Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komitmen Investasi Indonesia-China Tembus Rp88,1 Triliun

Kerja sama Two Countries Twin Parks melahirkan komitmen bisnis baru senilai Rp51 triliun, menjadikan total nilai kerja sama mencapai Rp88,1 triliun hingga September 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Komitmen Investasi Indonesia-China Tembus Rp88,1 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan promosi investasi antara Indonesia dan Tiongkok dalam kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP) yang digelar di Xiamen menghasilkan komitmen bisnis tambahan senilai RMB19,4 miliar, setara dengan Rp51 triliun. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi ekonomi bilateral, khususnya di sektor industri dan investasi langsung. Komitmen baru ini menambah total nilai kerja sama TCTP yang telah terbangun sebelumnya, yang sebelumnya mencapai sekitar Rp37,1 triliun dari 30 MoU sebelumnya.

Pemerintah Indonesia menilai bahwa kerja sama ini bukan sekadar peningkatan angka investasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat rantai pasok global, memfasilitasi transfer teknologi, serta menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja di dalam negeri. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon, menegaskan bahwa fokus utama setelah penandatanganan adalah konversi komitmen menjadi proyek nyata yang dapat diimplementasikan secara efektif.

Kerja sama TCTP didukung oleh berbagai kesepakatan strategis, termasuk Joint Statement antara Indonesia dan Tiongkok pada 9 November 2024, serta MoU kerja sama proyek kawasan industri yang ditandatangani pada 25 Mei 2025 oleh Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian. Kerangka ini dirancang untuk mempercepat penerapan proyek, memperkuat sinergi antarkawasan industri, serta mendorong transformasi ekonomi kedua negara melalui kerja sama berbasis hasil.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjadi fasilitator utama dalam menjembatani investor, pengelola kawasan, dan lembaga pemerintah terkait guna mengatasi hambatan secara cepat dan terkoordinasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem investasi yang berkelanjutan, transparan, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya