Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

50 Ribu Hektare Sawah Terdampak Kekeringan, Pemerintah Siapkan Solusi Strategis

Sebanyak 50 ribu hektare lahan pertanian terdampak kekeringan akibat El Nino, namun pemerintah menegaskan stok pangan nasional tetap aman dan tidak terganggu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 07.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
50 Ribu Hektare Sawah Terdampak Kekeringan, Pemerintah Siapkan Solusi Strategis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 50 ribu hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia, terutama di dataran tinggi, mengalami dampak kekeringan akibat fenomena El Nino yang berkekuatan kuat. Menteri Pertanian menyatakan bahwa meskipun terjadi penurunan curah hujan di sejumlah daerah, kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan dan tidak mengancam produksi pangan nasional. Ia menegaskan bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi pangan tetap stabil.

Untuk menjaga produktivitas lahan, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi antisipatif, termasuk pemanfaatan pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta pemanfaatan sumur dangkal dan dalam. Fokus penanaman diarahkan pada wilayah yang telah memiliki infrastruktur irigasi yang terjaga, dengan total area irigasi yang telah diperbaiki mencapai 3 hingga 4 juta hektare. Langkah ini bertujuan agar tanaman tetap tumbuh optimal meskipun di tengah kondisi kering.

Pemerintah juga mendorong penerapan sistem pertanian modern, seperti Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS), yang telah terbukti mampu menghasilkan panen antara 8 hingga 13 ton per hektare dalam uji coba. Selain itu, benih tahan kekeringan telah disiapkan secara masif, serta bantuan alat mesin pertanian dan pompa air diberikan secara gratis kepada petani yang terdampak. Tujuannya agar petani tidak terpuruk akibat kerugian akibat kekeringan.

Total stok pangan yang tersedia saat ini mencapai 26 juta ton, mencakup standing crop sekitar 3,8 juta ton, stok beras di sektor horeka, rumah tangga, serta cadangan di Bulog. Dengan konsumsi rata-rata 2,6 juta ton per bulan, persediaan ini diperkirakan cukup hingga 10 bulan ke depan, termasuk mempertimbangkan panen raya yang dijadwalkan pada bulan Maret. Ini menunjukkan kesiapan strategis pemerintah dalam menghadapi potensi gangguan musim tanam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya