Liburan ke Jepang Kini Lebih Mahal, Pemerintah Terapkan Tarif Berbeda
Lonjakan kunjungan turis asing memaksa Jepang menerapkan pajak tambahan dan tarif ganda di destinasi populer mulai 2025.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 07.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Jepang kini menghadapi tantangan baru akibat melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan asing, yang mencapai rekor 42,7 juta pada tahun 2025. Dengan target pemerintah menarik 60 juta wisatawan per tahun pada 2030, otoritas lokal mulai menerapkan kebijakan bertahap untuk menangani dampak kepadatan di lokasi wisata utama. Langkah ini mencakup penerapan pajak tambahan bagi penginap di akomodasi mewah dan penerapan sistem tarif berbeda berdasarkan status pengunjung.
Di Kota Kyoto, mulai 1 Maret, penginapan dengan tarif minimal 100.000 yen per malam dikenakan pajak tambahan sebesar 10.000 yen per malam. Selain itu, pemerintah setempat berencana menerapkan perbedaan tarif transportasi umum pada tahun fiskal 2027, di mana warga lokal hanya membayar 200 yen, sementara wisatawan umum dikenakan biaya antara 350 hingga 400 yen per perjalanan. Langkah ini bertujuan mengurangi beban infrastruktur dan memastikan kenyamanan masyarakat lokal.
Pendakian Gunung Fuji juga mengalami perubahan signifikan. Pada musim pendakian 2026, semua rute utama mewajibkan biaya pendakian sebesar 4.000 yen (sekitar Rp458 ribu). Rute Yoshida di Yamanashi membatasi kuota harian maksimal 4.000 pendaki, dengan penutupan gerbang antara pukul 14.00 hingga 03.00 waktu setempat bagi pendaki tanpa reservasi pondok. Tujuannya mencegah praktik bullet climbing yang berisiko tinggi dan membahayakan nyawa.
Di Istana Himeji, sejak Maret 2026, diberlakukan sistem harga ganda untuk tiket masuk. Dewasa umum dikenakan biaya 2.500 yen (sekitar Rp286 ribu), sedangkan warga lokal Kota Himeji hanya membayar 1.000 yen (sekitar Rp114 ribu). Turis asal Tokyo dan New York kini membayar tarif yang sama. Meski terjadi penurunan kunjungan sebesar 17 persen pada bulan pertama, pendapatan tiket melonjak lebih dari dua kali lipat, menunjukkan efektivitas kebijakan dalam menyeimbangkan keberlanjutan dan pendapatan pariwisata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dua Kepala Lembaga Keuangan Georgia Mundur Secara Bersamaan
Pengunduran diri mendadak dua pejabat tinggi di Kementerian Keuangan Georgia memicu spekulasi soal kaitan dengan perubahan struktur kekuasaan yang melibatkan tokoh elit yang baru pensiun.
16 September 2026

Utang Luar Negeri RI Stabil di US$454,8 M pada Juli 2026
Utang luar negeri Indonesia mencapai US$454,8 miliar pada Juli 2026, tumbuh 4,9% tahunan, didorong kenaikan utang pemerintah yang tercermin dari aliran investor ke SBN internasional.
16 September 2026

Program Gentengisasi Mulai Oktober, Serap 2,5 Juta Unit dari UMKM
Pemerintah resmi meluncurkan program gentengisasi Oktober ini dengan menyerap 2,5 juta genteng hasil produksi UMKM Purwakarta dan Majalengka.
16 September 2026

IHSG Diproyeksikan Stabil di Rentang Datar
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak datar dengan tekanan koreksi tetap mengintai di tengah ekspektasi rebound jika mampu bertahan di atas level support kunci.
16 September 2026
Berita Lainnya

Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Akibat Karhutla di Magetan
Rabu, 16 September 2026, 07.48 WITA

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027
Rabu, 16 September 2026, 07.47 WITA

WIG 2026 Dorong Wisatawan Global Kenali Warisan Kuliner Lokal
Rabu, 16 September 2026, 07.47 WITA

7 Makanan Berbahaya yang Harus Dihindari Kelinci
Rabu, 16 September 2026, 07.46 WITA

2027 Ditetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Rabu, 16 September 2026, 07.46 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid Agustus 2026
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Pengguna Keluhkan Bug Sistem Omo X Saat Gunakan Standar Samping
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Trump Buka Ruang Pabrik Mobil China di AS
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA


