Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Smelter Baru Freeport Kembali Beroperasi Setelah Longsor

Smelter kedua PT Freeport Indonesia di Gresik telah kembali beroperasi sejak September 2026, setelah pasokan konsentrat pulih pasca insiden longsor di tambang bawah tanah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.36 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Smelter Baru Freeport Kembali Beroperasi Setelah Longsor📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pabrik pemurnian tembaga milik PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik, Jawa Timur, telah kembali beroperasi setelah sempat berhenti akibat gangguan pasokan konsentrat akibat longsor di tambang bawah tanah pada September 2025. Pengoperasian kembali dilakukan setelah aliran konsentrat dari tambang kembali stabil, khususnya sejak Agustus 2026, yang memungkinkan proses produksi dilanjutkan.

Produksi katoda tembaga pada smelter baru mulai berjalan secara efektif pada bulan September 2026 dengan output awal mencapai sekitar 5.000 ton. Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjelaskan bahwa henti operasional sebelumnya disebabkan oleh terbatasnya pasokan konsentrat yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan smelter lama, yaitu PT Smelting, bukan smelter baru yang beroperasi secara mandiri.

Sebelumnya, smelter kedua ini sempat berhenti beroperasi pada Oktober 2025, meskipun sebelumnya telah melalui tahap uji coba sejak Juni 2024 dan mulai berproduksi penuh pada Agustus 2024. Kegagalan operasional awal disebabkan oleh kebakaran di unit gas cleaning plant pada Oktober 2024, yang menghambat proses penangkapan sulfur dioksida dari hasil peleburan. Setelah perbaikan, operasional kembali dilanjutkan pada Mei 2025.

Proyek smelter dengan nilai investasi mencapai US$ 4,2 miliar ini memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Dengan kapasitas produksi katoda tembaga mencapai 600.000 ton per tahun dan 6.000 ton produk logam berharga termasuk sekitar 50 ton emas per tahun, smelter ini menjadi satu-satunya fasilitas pemurnian tembaga berline tunggal terbesar di dunia. Bersama smelter pertama di PT Smelting yang mengolah 1,3 juta ton konsentrat per tahun, total produksi tembaga PT Freeport Indonesia mencapai sekitar 1 juta ton katoda per tahun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya