Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Arab Saudi mengumumkan temuan 110 juta ton bijih tanah jarang dan uranium di Madinah, bernilai hingga US$100 miliar, dalam sidang IAEA.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengungkapkan penemuan besar di wilayah Madinah, yang mencakup sekitar 110 juta ton bijih mineral tanah jarang dan konsentrasi uranium yang signifikan. Pengumuman dilakukan dalam Sidang Reguler ke-70 Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menandai langkah strategis dalam transformasi ekonomi dan energi negara. Temuan ini berasal dari eksplorasi geologi yang dilakukan di area Jabal Sayid, yang kini dianggap sebagai salah satu lokasi paling berharga bagi logam tanah jarang di dunia.
Dalam pernyataan resmi, Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan bahwa hasil studi menunjukkan potensi sumber daya yang sangat tinggi, terutama pada unsur-unsur berat seperti disprosium dan terbium, serta logam ringan seperti neodymium dan praseodymium. Lokasi ini berada sekitar 350 kilometer timur laut Jeddah dan telah menjadi fokus utama eksplorasi sejak tahun lalu. Data dari Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Saudi, yang dikonfirmasi oleh perusahaan milik negara Maaden, menunjukkan bahwa area tersebut menampung sekitar 552.000 ton logam tanah jarang berat dan 355.000 ton logam ringan.
Sementara itu, sumber daya uranium yang ditemukan di wilayah yang sama diperkirakan mencapai 31.000 ton, yang menjadi fondasi bagi rencana pengembangan siklus bahan bakar nuklir dalam negeri. Kerja sama strategis dengan Amerika Serikat, yang telah diperkuat sejak November 2025, turut mendukung inisiatif ini. Dalam kerangka kerja sama, Departemen Pertahanan AS menyumbang 49% pendanaan untuk pabrik pemrosesan logam tanah jarang baru di Saudi, sementara Maaden bersama MP Materials mengendalikan 51% saham.
Nilai ekonomi dari temuan ini diperkirakan mencapai US$100 miliar (sekitar Rp1.760 triliun), berdasarkan laporan dari Studi Survei Geologi Saudi yang mengidentifikasi dua area eksplorasi lanjutan dengan potensi total sumber daya hingga 644 juta ton. Temuan ini tidak hanya memperkuat posisi Saudi sebagai pemain kunci dalam pasokan mineral kritis global, tetapi juga mendukung tujuan jangka panjang negara untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan industri strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tambang Nikel Harus Diawasi Ketat, Hutan Lindung Jangan Jadi Korban
GERAK Sultra menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas pertambangan nikel untuk melindungi hutan lindung dan daerah aliran sungai dari kerusakan ekosistem.
15 September 2026

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
PTBA tetap lancarkan distribusi batu bara meski musim kemarau panjang melanda, berkat ketergantungan pada jalur kereta api yang tak terpengaruh kekeringan sungai.
14 September 2026
ANTAM Kolaka Diraih Tiga Penghargaan Platinum ENSIA 2026
PT ANTAM (Persero) Tbk UBP Nikel Kolaka berhasil meraih tiga penghargaan Platinum dalam ajang ENSIA Award 2026 atas kinerja unggul di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
13 September 2026

Elektrifikasi Alat Berat Dorong Efisiensi Pertambangan
Penerapan elektrifikasi dalam pertambangan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, didukung inovasi penggantian baterai cepat dan kebutuhan insentif pemerintah.
13 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA


