Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA

Arab Saudi mengumumkan temuan 110 juta ton bijih tanah jarang dan uranium di Madinah, bernilai hingga US$100 miliar, dalam sidang IAEA.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengungkapkan penemuan besar di wilayah Madinah, yang mencakup sekitar 110 juta ton bijih mineral tanah jarang dan konsentrasi uranium yang signifikan. Pengumuman dilakukan dalam Sidang Reguler ke-70 Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menandai langkah strategis dalam transformasi ekonomi dan energi negara. Temuan ini berasal dari eksplorasi geologi yang dilakukan di area Jabal Sayid, yang kini dianggap sebagai salah satu lokasi paling berharga bagi logam tanah jarang di dunia.

Dalam pernyataan resmi, Menteri Energi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyatakan bahwa hasil studi menunjukkan potensi sumber daya yang sangat tinggi, terutama pada unsur-unsur berat seperti disprosium dan terbium, serta logam ringan seperti neodymium dan praseodymium. Lokasi ini berada sekitar 350 kilometer timur laut Jeddah dan telah menjadi fokus utama eksplorasi sejak tahun lalu. Data dari Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Saudi, yang dikonfirmasi oleh perusahaan milik negara Maaden, menunjukkan bahwa area tersebut menampung sekitar 552.000 ton logam tanah jarang berat dan 355.000 ton logam ringan.

Sementara itu, sumber daya uranium yang ditemukan di wilayah yang sama diperkirakan mencapai 31.000 ton, yang menjadi fondasi bagi rencana pengembangan siklus bahan bakar nuklir dalam negeri. Kerja sama strategis dengan Amerika Serikat, yang telah diperkuat sejak November 2025, turut mendukung inisiatif ini. Dalam kerangka kerja sama, Departemen Pertahanan AS menyumbang 49% pendanaan untuk pabrik pemrosesan logam tanah jarang baru di Saudi, sementara Maaden bersama MP Materials mengendalikan 51% saham.

Nilai ekonomi dari temuan ini diperkirakan mencapai US$100 miliar (sekitar Rp1.760 triliun), berdasarkan laporan dari Studi Survei Geologi Saudi yang mengidentifikasi dua area eksplorasi lanjutan dengan potensi total sumber daya hingga 644 juta ton. Temuan ini tidak hanya memperkuat posisi Saudi sebagai pemain kunci dalam pasokan mineral kritis global, tetapi juga mendukung tujuan jangka panjang negara untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat ketahanan industri strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya