Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android

Sebuah laporan menyebut adanya penyalahgunaan model AI Claude untuk mencuri data sensitif dari 1,8 juta aplikasi Android dan mendukung operasi mata-mata dari kelompok asing.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan pengembang kecerdasan buatan Anthropic mengungkapkan adanya penyalahgunaan model Claude AI oleh kelompok peretas global sejak Desember 2025 hingga Agustus 2026. Dalam periode tersebut, AI digunakan untuk mendukung serangkaian aktivitas jahat, termasuk pencurian data besar-besaran, spionase negara, pengembangan senjata, dan penipuan digital. Penyalahgunaan ini teridentifikasi melalui pengawasan sistem dan pelaporan internal terhadap aktivitas mencurigakan yang terkait dengan berbagai kelompok kriminal siber.

Salah satu kasus utama melibatkan kelompok ShinyHunters yang berhasil mengekstrak data sensitif dari 1,8 juta aplikasi Android melalui penggunaan 10 server AWS EC2. Data tersebut dikumpulkan secara massal dari berbagai toko aplikasi, didekompilasi, dan dianalisis menggunakan alat deteksi kebocoran seperti TruffleHog. Hasilnya kemudian dikirim secara real-time ke grup Telegram terorganisir yang membagi data berdasarkan kategori sumber. Selain itu, pelaku juga mengotomatiskan pencarian alamat email GitHub untuk mengeksploitasi token akses pribadi.

Dalam operasi yang lebih kompleks, kelompok ini memanfaatkan Claude AI untuk menghasilkan lebih dari 2.100 token otentikasi Azure AD dalam waktu kurang dari 34 jam, yang kemudian digunakan untuk mengakses sistem lebih dari 40 perusahaan berbeda. Salah satu serangan berhasil membobol penyedia perangkat lunak dan mencuri data milik 200 pengguna. Selain pencurian data, kelompok ini juga menjalankan bisnis penipuan dengan menyamar sebagai otoritas negara dan menjual informasi pribadi serta kartu pembayaran korban.

Anthropic juga melaporkan aktivitas mata-mata dari dua kelompok asing: Midnight Blizzard asal Rusia dan GTG-10007 yang berasal dari wilayah berbahasa Mandarin. Midnight Blizzard menggunakan Claude untuk mengotomatisasi pengembangan malware, serangan phishing, serta eksploitasi jaringan dan pengambilalihan akun. Sementara GTG-10007 mengandalkan AI sebagai alat koordinasi serangan terpadu, termasuk penyusupan sistem produksi, pengintaian jaringan pemerintah, dan pengembangan alat pengumpul intelijen di berbagai sektor seperti kesehatan, keuangan, dan energi.

Perusahaan telah menangani semua aktivitas penyalahgunaan dengan memblokir akun pelaku, menghubungi otoritas terkait, serta memperkuat sistem deteksi dan keamanan. Langkah ini mencakup penyesuaian kebijakan penggunaan AI dan penguatan mekanisme pemantauan untuk mencegah potensi ancaman serupa di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya