Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Pertumbuhan pesat mobil listrik murni di Agustus 2026 berjalan beriringan dengan penurunan penjualan mobil bensin, namun Toyota menegaskan kendaraan bensin masih dominan dan hybrid menjadi solusi transisi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia mencatat kenaikan signifikan pada Agustus 2026, dengan distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 17.413 unit—naik 24,63% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penjualan kendaraan berbahan bakar bensin secara keseluruhan turun 4,34% menjadi 54.683 unit, menunjukkan pergeseran tren konsumsi yang mulai terasa di pasar otomotif nasional.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menyebut perubahan ini sebagai tantangan strategis bagi industri, tetapi juga peluang untuk menyesuaikan penawaran produk. Ia menekankan bahwa kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi pilihan utama masyarakat, dengan kontribusi terhadap penjualan Toyota mencapai sekitar 79%.
Untuk menjawab kebutuhan konsumen yang ingin efisiensi tanpa beralih langsung ke mobil listrik murni, Toyota memperkuat lini hybrid. Penjualan kendaraan hybrid Toyota telah tumbuh lebih dari 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan tiga model unggulan: Kijang Innova Zenix Hybrid, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid. Veloz Hybrid EV sendiri mencatat penjualan hampir 2.000 unit per bulan.
Meski BEV tumbuh pesat, kontribusi elektrifikasi terhadap total penjualan Toyota masih sekitar 21%. Di sisi lain, data Gaikindo menunjukkan penurunan penjualan hybrid sebesar 4,21% dan pertumbuhan tipis pada plug-in hybrid (PHEV) sebesar 1,01%, mengindikasikan dinamika pasar yang belum merata.
Toyota menilai hybrid bukan sekadar transisi, melainkan solusi praktis dalam kondisi infrastruktur listrik dan akses pengisian energi yang belum merata. Dengan teknologi ini, konsumen bisa mengurangi konsumsi bahan bakar tanpa harus meninggalkan kebiasaan berkendara konvensional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pelumas Tetap Relevan Meski EV Naik di Indonesia
Shell Indonesia menegaskan bisnis pelumas tetap menjanjikan seiring dominasi kendaraan konvensional dan hybrid, meski adopsi mobil listrik terus meningkat.
16 September 2026

Pabrik Baterai EV CATIB Resmi Beroperasi di Karawang
Pabrik baterai kendaraan listrik milik PT CATIB di Karawang telah beroperasi sejak Juli 2026 dengan kapasitas awal 6,9 GWh dan rencana ekspansi hingga 15 GWh.
16 September 2026

Land Cruiser FJ Siap Meluncur Akhir 2026, Minat Konsumen Sudah Melebihi 300 Orang
Toyota memastikan peluncuran resmi Land Cruiser FJ di Indonesia pada akhir 2026, dengan lebih dari 300 calon pembeli telah mendaftarkan ketertarikan melalui jaringan dealer.
16 September 2026

Tiga Pilar Transformasi Otomotif Indonesia Menurut DBS
DBS mengidentifikasi elektrifikasi, lokalisasi rantai pasok, dan pemanfaatan teknologi sebagai tiga tren utama yang membentuk masa depan industri otomotif nasional.
16 September 2026
Berita Lainnya

6 Hari Libur Nasional 2027 Jatuh di Akhir Pekan
Rabu, 16 September 2026, 15.48 WITA

Tarif Evakuasi Helikopter untuk Pendaki Fuji Dilakukan Tahun Depan
Rabu, 16 September 2026, 15.46 WITA

Sindikat Pemalsu SIM Lintas Wilayah Ditangkap di Riau
Rabu, 16 September 2026, 15.45 WITA

Samsung Siap Luncurkan Galaxy Tab S12 Series, Dukung Performa Tinggi
Rabu, 16 September 2026, 15.37 WITA

Abdul Sobur Kembali Pimpin HIMKI, Fokus Realisasi Ekspor US$6 Miliar
Rabu, 16 September 2026, 15.37 WITA

Prabowo Resmikan LRT Jakarta Rute Kelapa Gading–Manggarai
Rabu, 16 September 2026, 15.37 WITA

Suahasil Hadiri Rapat Paripurna DPD, Lanjutkan Pembahasan RAPBN 2027
Rabu, 16 September 2026, 15.36 WITA

Bahlil: Reshuffle Kabinet Hak Mutlak Presiden
Rabu, 16 September 2026, 15.36 WITA


