Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Abdul Sobur Kembali Pimpin HIMKI, Fokus Realisasi Ekspor US$6 Miliar

Abdul Sobur resmi memimpin HIMKI periode 2026–2030 dengan target ekspor mebel dan kerajinan nasional mencapai US$6 miliar pada 2031 melalui strategi terukur dan transformasi industri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Abdul Sobur Kembali Pimpin HIMKI, Fokus Realisasi Ekspor US$6 Miliar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Abdul Sobur secara resmi kembali menahkodai Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) untuk periode lima tahun ke depan, setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional ke-4 yang digelar di Bali pada 14–16 September 2026. Ia menyatakan bahwa kepercayaan ini bukan sekadar perpanjangan kepemimpinan, melainkan kesempatan menuntaskan misi yang belum selesai—terutama mengejar target ekspor sebesar US$6 miliar pada tahun 2031. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa amanah ini harus dijalankan dengan kesadaran tinggi dan kerendahan hati, sebagai bentuk komitmen terhadap industri dan generasi penerus.

Untuk mewujudkan target tersebut, Abdul Sobur menetapkan enam langkah strategis utama yang fokus pada eksekusi nyata dan penguatan ekosistem. Pertama, memperkuat sinergi dengan Kementerian Perdagangan melalui task force yang berbasis pada target tahunan terukur per negara, produk, dan perusahaan. Kedua, memperluas pasar ekspor dengan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat, serta memperkuat penetrasi ke Eropa, Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan wilayah Afrika.

Ketiga, membangun pusat promosi dan tampilan permanen di pasar strategis global, dilengkapi dengan intelijen pasar, kunjungan pembeli, serta pertemuan bisnis yang berujung pada kontrak ekspor. Keempat, meningkatkan daya saing industri melalui inovasi desain, penerapan teknologi, standarisasi, sertifikasi keberlanjutan, dan penguatan merek nasional. Kelima, memperbaiki ekosistem produksi dengan menjamin ketersediaan bahan baku, akses pembiayaan ekspor, kebijakan restitusi pajak, efisiensi energi, dan logistik yang lebih efektif.

Keenam, menumbuhkan basis ekspor baru dengan mencetak eksportir muda dan memperkuat sentra produksi serta UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa pameran seperti IFEX, Indowood, dan TEI tetap penting sebagai pintu masuk pasar, namun keberhasilan tidak diukur dari jumlah peserta atau pengunjung, melainkan dari kontrak yang tercipta dan peningkatan nilai ekspor secara konsisten. Periode 2026–2030 ditetapkan sebagai fase pembentukan mesin pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di samping itu, Abdul Sobur menekankan pentingnya kaderisasi internal HIMKI. Ia menargetkan dalam waktu kurang dari dua tahun, muncul generasi pemimpin baru yang siap melanjutkan kepemimpinan. Kepengurusan baru akan dibentuk berdasarkan kompetensi, bukan kepentingan, demi memastikan keberlanjutan organisasi. Menurutnya, tugas ini bukan untuk mempertahankan kekuasaan, melainkan menuntaskan agenda besar, mempercepat eksekusi, dan menyiapkan regenerasi yang solid.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya