Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tarif Evakuasi Helikopter untuk Pendaki Fuji Dilakukan Tahun Depan

Jepang akan menerapkan biaya evakuasi helikopter bagi pendaki Gunung Fuji di luar musim, dengan tujuan mengurangi risiko dan menekan jumlah pendakian ilegal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tarif Evakuasi Helikopter untuk Pendaki Fuji Dilakukan Tahun Depan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Prefektur Yamanashi di Jepang mulai menyiapkan kebijakan baru yang akan diberlakukan pada September 2027, berupa pengenaan biaya evakuasi helikopter bagi siapa saja yang mendaki Gunung Fuji di luar musim resmi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tren meningkatnya jumlah pendaki yang nekat menaiki gunung saat cuaca ekstrem dan jalur berbahaya, terutama di area di atas stasiun keenam atau sekitar 2.400 mdpl pada jalur Yoshida.

Dalam proposal yang disampaikan pada Senin (14/9), setiap pendaki yang ingin mendaki di luar musim harus mengajukan rencana pendakian terlebih dahulu. Rencana tersebut harus mencakup rute yang dituju, peralatan yang dibawa, serta kondisi fisik pendaki. Tim pengelola akan menilai dan memberikan saran perubahan jika rencana dinilai tidak layak secara keselamatan. Pendaki yang tidak mengajukan rencana dan terjebak akan dikenakan biaya evakuasi, termasuk operasional helikopter.

Gubernur Yamanashi, Kotaro Nagasaki, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menekan risiko. Dalam konferensi pers, ia menyampaikan peringatan keras: “Mohon pertimbangkan nyawa mereka yang berada di garis depan penyelamatan, serta beban emosional yang ditanggung keluarga mereka.” Ia berharap kebijakan ini mendorong masyarakat untuk menunda pendakian hingga musim yang aman.

Biaya yang diusulkan diperkirakan mencapai sekitar 8.000 yen per lima menit operasional helikopter, dengan pertimbangan tambahan untuk biaya personel dan logistik. Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat pengawasan dengan memasang barikade dan sensor di jalur utama untuk membatasi akses dan memberi peringatan. Musim resmi pendakian tetap berlangsung Juli hingga September, dengan lebih dari 200 ribu pendaki yang setiap tahun berusaha menaklukkan puncak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya