Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pabrik Baterai EV CATIB Resmi Beroperasi di Karawang

Pabrik baterai kendaraan listrik milik PT CATIB di Karawang telah beroperasi sejak Juli 2026 dengan kapasitas awal 6,9 GWh dan rencana ekspansi hingga 15 GWh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pabrik Baterai EV CATIB Resmi Beroperasi di Karawang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) secara resmi mulai beroperasi pada bulan Juli 2026 di kawasan Karawang, Jawa Barat. Fasilitas ini dibangun di atas lahan Artha Industrial Hill dan Karawang New Industry City, dengan masa konstruksi mencapai sekitar 13 bulan sejak dimulai pada 29 Juni 2025. Proyek ini merupakan bagian dari ekosistem baterai listrik terintegrasi hulu-hilir yang dikembangkan oleh konsorsium PT Aneka Tambang (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan CBL, anak usaha dari produsen baterai asal Tiongkok, CATL.

Produksi di pabrik Karawang difokuskan pada pembuatan sel baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi (BESS). Dalam tahap pertama, kapasitas produksi mencapai 6,9 GWh per tahun, dengan rencana peningkatan hingga 15 GWh secara bertahap. Dengan kapasitas penuh, fasilitas ini diperkirakan mampu memasok energi untuk sekitar 250.000 kendaraan listrik. Investasi total untuk pengembangan hingga kapasitas penuh diperkirakan mencapai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,17 triliun, berdasarkan kurs Rp17.641 per dolar AS.

Kompleks pabrik dirancang secara terintegrasi, mencakup jalur produksi sel baterai sepanjang 1 kilometer dan area pengemasan yang berdekatan. Bahan baku diolah secara langsung menjadi sel baterai sebelum dikemas, menjamin efisiensi proses. Untuk memperkuat kapasitas operasional, IBC telah mengirimkan 600 tenaga kerja ke Tiongkok dalam program transfer pengetahuan. Selain itu, perusahaan berkomitmen menjaga keberlanjutan lingkungan melalui rencana pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 18 MWp pada tahun 2027.

Proyek ini merupakan bagian dari ekosistem baterai listrik terpadu dengan total investasi awal sebesar US$5,9 miliar (Rp104,08 triliun), terdiri dari enam usaha patungan. Di sektor hulu, terdapat perusahaan tambang nikel dan smelter, sementara di sektor hilir, terdapat pembangunan fasilitas material baterai di Halmahera, pabrik sel baterai di Karawang, dan pusat daur ulang baterai yang akan beroperasi pada 2031. Semua tahapan ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya