Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kalbe Farma Mulai Buyback Saham Rp500 Miliar

Perusahaan farmasi nasional memulai program buyback saham senilai maksimal Rp500 miliar selama tiga bulan, dengan tujuan meningkatkan nilai saham dan menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental perusahaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kalbe Farma Mulai Buyback Saham Rp500 Miliar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Kalbe Farma Tbk resmi meluncurkan program pembelian kembali saham (buyback) mulai 16 September 2026, dengan batas maksimal nilai transaksi sebesar Rp500 miliar. Program ini berlangsung hingga 16 Desember 2026, namun dapat dipercepat sesuai kebutuhan, selama tetap memenuhi regulasi yang berlaku di pasar modal. Langkah ini merupakan bagian dari strategi manajemen untuk memperkuat posisi pasar dan memperbaiki rasio keuangan perusahaan secara struktural.

Biaya yang diperkirakan timbul dari pelaksanaan buyback, termasuk komisi perantara efek dan pengeluaran lainnya, diproyeksikan tidak melebihi 0,1% dari total nilai transaksi. Dengan asumsi nilai maksimal tercapai, total biaya yang dikeluarkan diperkirakan mencapai maksimal Rp500 juta. Dana untuk pelaksanaan program berasal dari sumber internal perusahaan, yang berdampak pada penurunan pendapatan bunga sekitar Rp8,4 miliar setelah program selesai. Namun, manajemen meyakini dampak tersebut tidak signifikan terhadap kinerja keuangan secara keseluruhan.

Salah satu dampak positif yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan laba per saham (EPS). Dengan pengurangan jumlah saham beredar dan penyesuaian terhadap penurunan pendapatan bunga, EPS pro forma setelah buyback selesai diperkirakan mencapai Rp81,44 per saham. Angka ini lebih tinggi dibanding EPS tahun buku 2025 sebesar Rp80,51, menunjukkan kenaikan sekitar 1,15%. Peningkatan ini dianggap sebagai indikator kenaikan nilai perusahaan bagi para pemegang saham.

Manajemen menegaskan bahwa buyback bukan hanya upaya memperkuat sentimen pasar, tetapi juga strategi pengelolaan modal jangka panjang. Saham yang dibeli akan disimpan sebagai saham treasury, yang dapat digunakan kembali di masa depan sesuai kondisi pasar dan kebijakan perusahaan. Mekanisme ini memberikan fleksibilitas dalam mengelola struktur modal, sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan terhadap peningkatan nilai pemegang saham secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya