Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Temukan Depositan Mineral Laut Berpotensi Emas Tinggi

Penelitian China mengungkap endapan sulfida polimetalik berpotensi tinggi di Pasifik Barat, dengan kandungan emas mencapai 15,4 gram per ton bijih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Temukan Depositan Mineral Laut Berpotensi Emas Tinggi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim ilmuwan dari Universitas Tsinghua, Institut Geologi Kelautan Qingdao, dan Universitas Shanghai Jiao Tong berhasil mendeteksi endapan mineral berharga di dasar laut Pasifik Barat dalam ekspedisi berlangsung 18 hari sejak 10 Agustus 2026. Ekspedisi yang dijalankan dengan kapal survei Xiangyanghong 10 ini melibatkan tujuh penyelaman menggunakan kapal selam khusus untuk eksplorasi mendalam di wilayah zona ekonomi eksklusif China.

Hasil analisis awal menunjukkan bahwa endapan tersebut mengandung mineral bernilai ekonomi tinggi, terutama dalam bentuk sulfida polimetalik yang mengandung tembaga, seng, besi, emas, dan perak. Salah satu temuan utama adalah kandungan emas sebesar 15,4 parts per million (ppm), setara dengan 15,4 gram emas dalam setiap ton bijih, serta perak mencapai 1.271 ppm atau 1.271 gram per ton. Angka ini diklaim jauh melampaui rata-rata konsentrasi emas dan perak pada deposit di daratan.

Komposisi mineral utama di lokasi meliputi kalkopirit, pirit, dan sfalerit, yang merupakan sumber utama logam berharga. Lokasi penemuan berada di cekungan busur belakang, wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi di perbatasan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Laut Filipina. Proses pembentukannya dipengaruhi oleh aktivitas hidrotermal di dasar laut, yang memungkinkan akumulasi logam berharga secara alami.

Meskipun memiliki potensi ekonomi besar, penambangan di area ini belum dapat dilakukan secara praktis. Faktor utamanya adalah tekanan ekstrem di kedalaman laut, kompleksitas geologis, serta kondisi lingkungan yang tidak mendukung operasi eksploitasi saat ini. Laporan terkini menegaskan bahwa meskipun konsentrasi logam berharga tinggi, endapan tersebut masih dalam tahap eksplorasi dan belum siap untuk eksploitasi komersial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

ESDM Masih Evaluasi RKAB 2026 Bayan
Pertambangan

ESDM Masih Evaluasi RKAB 2026 Bayan

Kementerian ESDM masih dalam tahap evaluasi mendalam terhadap perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2026 PT Bayan Resources, yang memicu pernyataan force majeure oleh anak perusahaannya.

16 September 2026

Berita Lainnya