ESDM Masih Evaluasi RKAB 2026 Bayan
Kementerian ESDM masih dalam tahap evaluasi mendalam terhadap perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2026 PT Bayan Resources, yang memicu pernyataan force majeure oleh anak perusahaannya.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa proses penerbitan persetujuan atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 milik PT Bayan Resources Tbk belum selesai. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa dokumen tersebut masih dalam tahap peninjauan lebih lanjut, terutama terkait aspek teknis dan kepatuhan regulasi yang perlu dikaji secara menyeluruh.
Evaluasi ini dilakukan secara hati-hati untuk memastikan bahwa perubahan RKAB memenuhi standar operasional dan regulasi yang berlaku. Meski belum menetapkan batas waktu pasti, Tri menyatakan bahwa proses peninjauan diproyeksikan selesai dalam minggu ini, sejalan dengan komitmen kementerian untuk menyelesaikan administrasi secara efisien namun tetap akurat.
Perubahan RKAB yang belum disetujui menjadi dasar utama dikukuhkannya status force majeure oleh tiga anak perusahaan Bayan—PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima. Pernyataan tersebut disampaikan pada 11 September 2026, menegaskan bahwa ketiga entitas tidak dapat memenuhi kewajiban kontrak penyerahan batu bara berdasarkan Perjanjian Penyediaan Batubara (Coal Supply Agreement) karena belum menerima persetujuan resmi dari ESDM.
Manajemen Bayan menegaskan bahwa upaya pengajuan sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, tetapi ketidakpastian penerbitan persetujuan berdampak signifikan terhadap kelangsungan operasional dan kewajiban keuangan terhadap pelanggan. Dampak material tersebut diperkirukan dapat mengganggu stabilitas pasokan dan memicu konsekuensi hukum jika tidak segera ditangani.
Pengumuman force majeure dimaksudkan sebagai langkah mitigasi risiko, memperjelas kondisi eksternal yang di luar kendali perusahaan, serta melindungi Bayan dan anak perusahaannya dari tuntutan hukum akibat ketidakmampuan memenuhi kontrak. Penyelesaian evaluasi oleh ESDM dinilai krusial untuk kembali menormalisasi operasional dan menjaga kepercayaan pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

China Temukan Depositan Mineral Laut Berpotensi Emas Tinggi
Penelitian China mengungkap endapan sulfida polimetalik berpotensi tinggi di Pasifik Barat, dengan kandungan emas mencapai 15,4 gram per ton bijih.
16 September 2026

El Nino Picu Kekurangan Listrik di Sulawesi dan Kalimantan
Kekurangan pasokan listrik di Sulawesi dan Kalimantan disebabkan penurunan debit air akibat El Nino, bukan kelangkaan batu bara sesuai RKAB.
16 September 2026

ANTAM Perkuat Keberlanjutan Lewat Konservasi Laut di Lombok
PT ANTAM (Persero) Tbk bersama peserta Women On The Move 2026 lakukan aksi konservasi di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan 50 tukik dan menanam 55 terumbu karang sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
16 September 2026

Freeport Proyeksikan Produksi Tembaga Capai 800 Juta Pound di 2026
PT Freeport Indonesia memperkirakan produksi tembaga mencapai 800 juta pound dan emas 21 ton pada 2026, seiring pemulihan operasional Grasberg Block Cave pasca-longsoran.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA


