Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi

Pemerintah memperbaiki regulasi, tata kelola, dan SDM guna menarik investasi teknologi, menyusul ketatnya persaingan di Asia Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia tengah mempercepat transformasi sistemik untuk meningkatkan daya saing dalam menarik investasi teknologi global. Upaya ini menjadi kunci menghadapi persaingan ketat di kawasan Asia Tenggara, di mana negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia telah sukses menarik perusahaan raksasa semikonduktor dan digital. Di tengah dominasi tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menarik bagian signifikan dari aliran modal global di sektor teknologi.

Salah satu hambatan utama yang diidentifikasi adalah ketidakselarasan dan tumpang tindih regulasi antar lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah. Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas menegaskan bahwa perbaikan institusi menjadi fondasi utama dalam menarik investor. Pemerintah pun telah merancang reformasi tata kelola melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045, dengan fokus pada penyederhanaan regulasi, pembentukan lembaga tunggal pengelola regulasi, serta peningkatan pelayanan publik berbasis digital.

Di samping tata kelola, transformasi sumber daya manusia menjadi prioritas strategis. Pemerintah menyadari bahwa produktivitas SDM tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh akses pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan kerja yang mendukung. Oleh karena itu, pendekatan digitalisasi diterapkan untuk mempercepat efisiensi dan kualitas layanan publik, sekaligus membuka ruang bagi inovasi berkelanjutan.

Khusus dalam pendidikan, pemerintah fokus menerapkan pendekatan STEM—Science, Technology, Engineering, and Mathematics—sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Tujuannya adalah menciptakan generasi yang siap menghadapi disrupsi teknologi, bukan sekadar mengikuti tren, tetapi mampu menciptakan solusi baru. Dengan demikian, SDM Indonesia diharapkan tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi investor teknologi yang mencari ekosistem berkelanjutan.

Kebijakan transformasi ini ditegaskan bukan sekadar perbaikan rutin, melainkan perubahan mendasar dari pola kerja konvensional. Dengan pendekatan sistemik dan berkelanjutan, pemerintah optimistis dapat menarik investasi teknologi dalam skala besar, memperkuat ekonomi digital, dan memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci di pasar teknologi Asia Tenggara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya