Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Menteri ESDM menegaskan tidak ada pemotongan RKAB untuk PT Vale Indonesia, melainkan perusahaan yang mengajukan tambahan setelah persetujuan tahap awal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah tudingan pemotongan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) terhadap PT Vale Indonesia Tbk dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (16/9/2026). Ia menegaskan bahwa alokasi RKAB tahap pertama telah disetujui penuh oleh pemerintah sesuai permintaan awal perusahaan. Kekeliruan muncul dari laporan internal Vale yang menyebut adanya pemotongan, padahal yang terjadi justru permintaan tambahan setelah persetujuan awal.
Bahlil menekankan bahwa keputusan penambahan kuota RKAB bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan kinerja dan ketaatan perusahaan terhadap regulasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah menerapkan prinsip kesetaraan dalam penyaluran fasilitas kepada seluruh pelaku usaha pertambangan, termasuk BUMN seperti PT Bukit Asam Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk. Tidak ada perusahaan yang diberi pengecualian, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ia menyatakan bahwa penambahan RKAB hanya diberikan jika perusahaan menunjukkan rekam jejak baik, termasuk dalam aspek kepatuhan, lingkungan, dan kontribusi ekonomi. “Kita sudah kasih tahap pertama. Tapi Vale minta tambah. Itu karena amal perbuatannya bagus. Tidak ada yang kita beri tanpa pertimbangan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku secara konsisten untuk semua pelaku industri, tanpa diskriminasi.
Bahlil menyerukan agar perusahaan tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga memperbaiki tata kelola operasional dan transparansi laporan. Ia menegaskan bahwa pemerintah siap menyelesaikan persoalan RKAB Vale secara terbuka, tetapi juga menekankan bahwa manajemen Vale harus memperbaiki kinerjanya sebagai syarat kelanjutan dukungan. “RKAB akan saya clearkan, tapi amal perbuatannya juga harus diperbaiki,” tegasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Uni Eropa mengusulkan pembatasan akses media sosial, AI, dan game online bagi anak-anak di bawah 15 tahun demi perlindungan dari risiko digital.
16 September 2026

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Pemerintah sedang menyusun formulasi baru untuk menata penggunaan BBM bersubsidi, menyusul lonjakan konsumsi akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat.
16 September 2026

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyetujui keterlibatan Danantara dalam pendanaan perluasan LRT Jakarta hingga Velodrome dan Stasiun Whoosh, sejalan dengan visi kota hijau dan transportasi berkelanjutan.
16 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Pemerintah Tindak Lanjuti
Pemerintah mengungkap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar gizi, dengan hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan fortifikasi tidak sesuai klaim label.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

DBS Perkuat Ekosistem Otomotif Lewat Jaringan Regional
Rabu, 16 September 2026, 19.35 WITA


