Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG

Investor asing terus menjual saham di BEI, dengan Bank Mandiri jadi yang paling banyak dilepas, turunkan IHSG ke level 6.461,15 dalam lima hari berturut-turut di zona merah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/9/2026) kembali diwarnai aksi jual berkelanjutan oleh investor asing. Total penjualan bersih asing mencapai Rp349,3 miliar, tercatat dari nilai beli sebesar Rp5,17 triliun dan jual sebesar Rp5,519 triliun. Aksi tersebut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup melemah 1,13% atau turun 73,54 poin ke posisi 6.461,15, menandai hari kelima beruntun IHSG berada dalam zona merah.

Dari seluruh emiten, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak ditinggalkan asing, dengan nilai net sell mencapai Rp282,9 miliar. Di posisi kedua, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat net sell Rp99,9 miliar, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan nilai jual bersih Rp95,8 miliar. Selain emiten perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga masuk dalam daftar top sell asing dengan nilai Rp33,5 miliar.

Pemantauan terhadap 10 saham dengan aksi jual bersih terbesar menunjukkan dominasi sektor perbankan dan industri, termasuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Penurunan yang terjadi tidak hanya terbatas pada satu sektor, tetapi menunjukkan kecenderungan umum dari investor asing untuk menyesuaikan posisi dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

Kondisi ini mengindikasikan ketidakpastian yang masih menghantui pasar modal, terutama terkait dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter yang berdampak langsung terhadap aliran modal asing. Meskipun IHSG masih berada di level kritis, pergerakan pasar dipantau ketat oleh pelaku pasar untuk menilai potensi kembali rebound atau lanjutan tekanan jual.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya