Fitch Turunkan Peringkat Pos Indonesia ke Level 'C(idn)
PT Pos Indonesia (Persero) kini memiliki peringkat nasional jangka panjang 'C(idn)' setelah Fitch Ratings menurunkan statusnya, menandai kondisi gagal bayar atau proses serupa.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Fitch Ratings Indonesia telah menurunkan peringkat nasional jangka panjang PT Pos Indonesia (Persero) dari 'CC(idn)' menjadi 'C(idn)', menandai bahwa perseroan telah mengalami atau sedang berada dalam proses gagal bayar. Penurunan ini mencerminkan penilaian terhadap kondisi keuangan yang telah melemah secara permanen, khususnya dalam kapasitas pembayaran kewajiban jangka panjang. Peringkat jangka pendek perseroan tetap dipertahankan pada level 'C(idn)', meskipun tidak mengubah narasi kekhawatiran terhadap kredibilitas pembayaran.
Peringkat 'C(idn)' juga diberikan terhadap dua instrumen surat utang syariah milik Pos Indonesia, yaitu Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I dan II, serta Obligasi I Pos Indonesia Tahun 2022. Program sukuk berkelanjutan dengan nilai maksimal IDR 1,5 triliun ini turut mengalami penyesuaian risiko kredit. Fitch menjelaskan bahwa peringkat 'C' menunjukkan adanya gagal bayar atau proses yang menyerupai gagal bayar, atau pada entitas tertutup, kapasitas pembayaran telah menjadi sangat lemah secara permanen.
Pada 8 September 2026, hasil RUPSI (Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah) Tahap II menunjukkan penolakan terhadap rencana restrukturisasi oleh pemegang sukuk. Dalam rapat yang digelar pada 4 September, sebanyak 500 miliar rupiah nilai pokok sukuk tidak disetujui untuk direstrukturisasi, menunjukkan ketidakpercayaan pasar terhadap keberlanjutan keuangan perseroan. Keputusan ini dinyatakan sah dan mengikat berdasarkan laporan notaris, serta menjadi indikator krisis kepercayaan terhadap manajemen keuangan Pos Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya perbaikan, PT Pos Indonesia kini berada dalam proses transformasi yang dipimpin oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Dony Oskaria, Chief Operating Officer BPI Danantara, menyatakan bahwa sejauh ini hanya 30 persen dari permasalahan yang masih perlu ditangani. Tiga sektor utama yang menjadi fokus perbaikan meliputi BUMN karya, logistik, dan dana pensiun. Ia optimistis transformasi di Pos Indonesia dapat selesai pada akhir tahun ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Harga minyak dunia melonjak pada Selasa (15/9/2026) akibat gangguan ekspor dari Arab Saudi dan Libya, ditambah serangan terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran pasokan global.
16 September 2026

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Dirjen Pajak meminta pembatalan mutasi besar-besaran yang dilakukan era Purbaya karena nama-nama tak melalui proses assessment secara transparan.
16 September 2026

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG
Investor asing terus menjual saham di BEI, dengan Bank Mandiri jadi yang paling banyak dilepas, turunkan IHSG ke level 6.461,15 dalam lima hari berturut-turut di zona merah.
16 September 2026

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Melemah di Rp17.675
Rupiah menunjukkan penguatan tipis ke level Rp17.675 per dolar AS, mengakhiri empat hari pelemahan beruntun, sementara dolar AS melemah seiring antisipasi keputusan suku bunga The Fed.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA


