Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Melemah di Rp17.675
Rupiah menunjukkan penguatan tipis ke level Rp17.675 per dolar AS, mengakhiri empat hari pelemahan beruntun, sementara dolar AS melemah seiring antisipasi keputusan suku bunga The Fed.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah berhasil memperbaiki posisi pada penutupan perdagangan hari ini, menguat 0,03% ke level Rp17.675 per dolar AS. Penguatan ini menjadi penutup dari empat hari beruntun pelemahan yang sempat membuat mata uang Garuda menyentuh titik terlemah di Rp17.740. Pada awal perdagangan, rupiah sempat melemah hingga ke Rp17.700, namun tekanan mulai mereda menjelang akhir sesi, memungkinkan perbaikan hingga 65 poin dari posisi terendah harian.
Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,05% ke posisi 99,564 pada pukul 15.00 WIB. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya sempat menguat 0,12% di awal hari, menunjukkan koreksi pasar setelah kenaikan sebelumnya. Penurunan DXY memberikan ruang bagi rupiah untuk kembali menguat meski secara terbatas, karena sentimen pasar tetap waspada menyusul pertemuan The Federal Reserve (The Fed) yang berlangsung hingga Kamis dini hari.
Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan probabilitas mencapai sekitar 90%. Menurut analis dari Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, kenaikan tersebut telah hampir sepenuhnya diprediksi, sehingga dampaknya terhadap dolar diperkirakan moderat. Namun, fokus pasar tidak hanya pada angka kenaikan, melainkan pada sinyal kebijakan ke depan yang akan disampaikan oleh Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Jika Warsh menekankan kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut, dolar berpotensi kembali menguat dan menekan mata uang negara berkembang seperti rupiah. Sebaliknya, jika suku bunga naik tetapi disertai pernyataan yang menenangkan tentang arah kebijakan mendatang, dolar bisa melemah lebih dalam, membuka peluang bagi rupiah untuk memperkuat posisi lebih lanjut. Kemungkinan kecil The Fed mempertahankan suku bunga juga tetap menjadi faktor risiko, yang bisa memicu koreksi tajam pada dolar dan memperkuat rupiah secara tak terduga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Harga minyak dunia melonjak pada Selasa (15/9/2026) akibat gangguan ekspor dari Arab Saudi dan Libya, ditambah serangan terhadap infrastruktur energi, memicu kekhawatiran pasokan global.
16 September 2026

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Dirjen Pajak meminta pembatalan mutasi besar-besaran yang dilakukan era Purbaya karena nama-nama tak melalui proses assessment secara transparan.
16 September 2026

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG
Investor asing terus menjual saham di BEI, dengan Bank Mandiri jadi yang paling banyak dilepas, turunkan IHSG ke level 6.461,15 dalam lima hari berturut-turut di zona merah.
16 September 2026

Fitch Turunkan Peringkat Pos Indonesia ke Level 'C(idn)
PT Pos Indonesia (Persero) kini memiliki peringkat nasional jangka panjang 'C(idn)' setelah Fitch Ratings menurunkan statusnya, menandai kondisi gagal bayar atau proses serupa.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA


