Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah di Level 6.436, 439 Saham Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,38% ke posisi 6.436 pada penutupan perdagangan Rabu, didorong koreksi luas di sektor teknologi dan dominasi saham yang melemah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.31 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
IHSG Melemah di Level 6.436, 439 Saham Terkoreksi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.436 pada penutupan perdagangan hari Rabu (16/9), mengalami penurunan sebesar 24,30 poin atau 0,38% dibandingkan penutupan sebelumnya. Gerakan negatif ini tercermin dari aktivitas pasar yang menunjukkan tekanan jual di sejumlah emiten, dengan total nilai transaksi mencapai Rp12,24 triliun dan volume perdagangan mencapai 24,59 miliar saham.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 439 mengalami penurunan harga, sementara hanya 201 saham yang menguat dan 151 lainnya bergerak datar. Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama mengalami tekanan penurunan, dengan sektor teknologi menjadi yang paling terdampak, merosot 1,2%. Sebaliknya, sektor industri menjadi satu-satunya yang mampu mencatatkan kenaikan, naik 1,19%.

Di kawasan Asia, bursa saham mayoritas bergerak menguat. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong meningkat 0,19%, Shanghai Composite di Tiongkok melonjak 0,71%, Nikkei 225 di Jepang naik 0,69%, dan Straits Times di Singapura melonjak 0,15%. Di Eropa, pasar juga menunjukkan kekuatan, dengan indeks DAX Jerman naik 0,04% dan FTSE 100 Inggris melonjak 0,31%.

Namun, di kawasan Amerika Serikat, pasar saham bergerak merah secara kompak. Indeks S&P 500 turun 0,45%, NASDAQ Composite terkoreksi 0,78%, dan Dow Jones melemah 0,63%. Pergerakan ini mencerminkan tekanan global yang turut memengaruhi sentimen pasar domestik, meskipun pergerakan lokal tetap didominasi oleh dinamika internal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya