DBS Perkuat Ekosistem Otomotif Lewat Jaringan Regional
Bank DBS Indonesia memanfaatkan jaringan operasional di 19 negara untuk mendorong integrasi rantai pasok otomotif nasional dalam transisi ke kendaraan listrik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank DBS Indonesia mengusung strategi konektivitas Asia sebagai pilar utama dalam mendukung transformasi industri otomotif Tanah Air, terutama dalam masa transisi antara kendaraan listrik dan kendaraan berbahan bakar fosil. Melalui jaringan operasional yang meluas ke 19 negara, termasuk enam pasar inti di kawasan Asia seperti Singapura, Hong Kong, Taiwan, China, India, dan Indonesia, bank ini berperan sebagai penghubung ekonomi regional bagi pelaku industri otomotif.
Dalam diskusi terkait ketahanan ekosistem otomotif di tengah pergeseran rantai pasok global, Ello Hanson, Executive Director dan Head of Large Corporates serta ESG Lead di Institutional Banking Group DBS Indonesia, menekankan pentingnya keterhubungan lintas negara dalam memperkuat ekosistem dari hulu hingga hilir. Ia menyatakan bahwa tantangan utama bukan hanya pada peralihan teknologi, tetapi pada kemampuan seluruh lini—mulai dari eksplorasi sumber daya mineral hingga produksi dan distribusi—untuk beradaptasi secara bersamaan.
DBS memanfaatkan keunggulan jaringan regional untuk membuka dua peluang bisnis strategis. Pertama, menarik investasi masuk dari perusahaan asal China, Taiwan, atau sektor pertambangan dan EV yang ingin memperluas kehadiran di Indonesia dengan mencari mitra lokal. Kedua, mendukung ekspansi perusahaan manufaktur Indonesia—baik produsen komponen maupun kendaraan—ke pasar global melalui akses ke jaringan distribusi dan keuangan lintas negara.
Menurut Ello, peran bank bukan sekadar penyedia pendanaan, tetapi sebagai mitra strategis yang memfasilitasi koneksi antar pelaku bisnis di berbagai negara. Dengan basis operasi yang tersebar di pasar utama Asia, DBS berkomitmen untuk mempercepat integrasi ekonomi regional, memperkuat daya saing industri otomotif nasional, dan mendukung transformasi berkelanjutan dalam skala regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Toyota-Astra Motor mulai menyiapkan mobil listrik berbasis baterai (BEV) harga terjangkau di Indonesia, meski belum direalisasikan dalam waktu dekat karena masih dalam kajian strategi.
16 September 2026

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Mobil listrik bZ4X hasil rakitan lokal Toyota telah memenuhi ambang TKDN 40% sesuai aturan pemerintah untuk kendaraan listrik murni.
16 September 2026

DBS Soroti Dua Faktor Kunci Proyek Otomotif Layak Dibiayai
Bank DBS menegaskan diversifikasi bisnis dan kekuatan finansial sebagai dua penentu utama kelayakan pembiayaan proyek otomotif di tengah transisi ke kendaraan listrik.
16 September 2026

Pelumas Tetap Relevan Meski EV Naik di Indonesia
Shell Indonesia menegaskan bisnis pelumas tetap menjanjikan seiring dominasi kendaraan konvensional dan hybrid, meski adopsi mobil listrik terus meningkat.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA


