Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp430 Miliar Meski IHSG Naik

IHSG menguat di sesi I hari ini meski investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp430 miliar, didorong kenaikan harga minyak dan antisipasi kebijakan The Fed.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.34 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Asing Jual Bersih Rp430 Miliar Meski IHSG Naik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sesi pertama pada Rabu (16/9/2026) dengan kenaikan 0,36% atau 22,94 poin, berada di level 6.484,10. Pergerakan indeks tercatat fluktuatif sepanjang pagi, dimulai dari level 6.453,91, sempat turun ke 6.445,24, namun kemudian rebound tajam hingga menyentuh puncak harian di 6.535,46. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan harga minyak dunia, dengan Brent naik hampir 3% ke US$108,75 per barel dan WTI melonjak lebih dari 4% ke US$105,83 per barel.

Meski indeks bergerak positif, arus modal asing justru menunjukkan tekanan jual bersih sebesar Rp430,21 miliar di seluruh pasar. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan nilai transaksi asing mencapai Rp3,87 triliun, dengan pembelian sebesar Rp1,72 triliun dan penjualan sebesar Rp2,15 triliun. Aksi jual terbesar terjadi pada emiten perbankan dan energi, dengan PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham paling banyak dijual asing, mencapai Rp146,43 miliar.

Di posisi kedua, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mengalami penjualan bersih Rp71,92 miliar, disusul PT Bank Central Asia (BBCA) dengan Rp43,88 miliar. Selain itu, asing juga menjual saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Astra International (ASII), dan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) masing-masing senilai Rp23,77 miliar, Rp23,65 miliar, dan Rp17,48 miliar. Tekanan jual juga tercatat pada PT Indosat (ISAT), PT Darma Henwa (DEWA), dan PT Alamtri Resources (ADRO).

Di sisi lain, sejumlah emiten komoditas logam justru menjadi incaran investor asing. PT Bumi Resources Minerals (BRMS) menjadi saham paling banyak dibeli asing dengan nilai pembelian bersih Rp48,92 miliar. PT Aneka Tambang (ANTM) menempati posisi kedua dengan pembelian bersih Rp48,85 miliar. Sementara itu, asing juga membeli PT Singaraja Putra (SINI), PT Vale Indonesia (INCO), dan PT Merdeka Gold Resources (EMAS) dengan nilai masing-masing Rp29,67 miliar, Rp15,44 miliar, dan Rp9,47 miliar.

Kenaikan harga komoditas global dan penantian keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Kamis (17/9/2026) dini hari WIB, dengan probabilitas kenaikan 25 basis poin sebesar 92,4% menurut CME FedWatch, menjadi faktor pendorong sentimen pasar. Meskipun demikian, kebijakan asing yang konsisten menjual di tengah penguatan indeks menunjukkan ketidakpastian terhadap prospek jangka pendek, terutama di sektor perbankan dan energi konvensional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya