25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Pemerintah Tindak Lanjuti
Pemerintah mengungkap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar gizi, dengan hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan fortifikasi tidak sesuai klaim label.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 19.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hasil pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi yang dilakukan di empat laboratorium terakreditasi mengungkapkan bahwa 25 produk tidak sesuai dengan kadar zat gizi yang tercantum pada kemasan. Temuan ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian signifikan antara klaim pada label dan kenyataan hasil uji, yang mengindikasikan dugaan penipuan terhadap konsumen. Menteri Pertanian menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara ketat dan melibatkan lembaga kredibel untuk memastikan akurasi hasil.
Salah satu hal yang mencurigakan adalah perbedaan harga yang sangat jauh antara produk yang diklaim fortifikasi dengan harga pasar yang wajar. Beberapa merek dijual mulai dari Rp25 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram, jauh melampaui estimasi pemerintah yang sekitar Rp13.500 per kg. Selisih harga rata-rata mencapai Rp22 ribu per kilogram, yang menurut pemerintah merupakan bentuk eksploitasi terhadap konsumen yang percaya pada klaim gizi.
Amran menyatakan bahwa praktik ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tetapi bentuk penipuan yang merugikan masyarakat, terutama kelompok rentan yang bergantung pada produk fortifikasi untuk kebutuhan gizi. Ia menekankan bahwa beras fortifikasi dirancang sebagai solusi pangan berdaya gizi tinggi, bukan alat untuk mengeksploitasi harga. Oleh karena itu, pemerintah telah memerintahkan penarikan produk tersebut dari peredaran.
Selain penarikan, izin edar bagi 25 merek yang terbukti tidak memenuhi standar akan dicabut secara resmi. Proses hukum juga akan dilanjutkan terhadap produsen yang terlibat, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelanggaran terhadap regulasi pangan dan perlindungan konsumen. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam memastikan kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uni Eropa Usulkan Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 15 Tahun
Uni Eropa mengusulkan pembatasan akses media sosial, AI, dan game online bagi anak-anak di bawah 15 tahun demi perlindungan dari risiko digital.
16 September 2026

Pemerintah Siapkan Aturan Baru Kendalikan Penggunaan BBM Subsidi
Pemerintah sedang menyusun formulasi baru untuk menata penggunaan BBM bersubsidi, menyusul lonjakan konsumsi akibat pergeseran pola konsumsi masyarakat.
16 September 2026

Prabowo Tegaskan Danantara Dukung Perluasan LRT Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menyetujui keterlibatan Danantara dalam pendanaan perluasan LRT Jakarta hingga Velodrome dan Stasiun Whoosh, sejalan dengan visi kota hijau dan transportasi berkelanjutan.
16 September 2026

Pemerintah Bantah Potong RKAB Vale, Sebut Permintaan Tambahan dari Perusahaan
Menteri ESDM menegaskan tidak ada pemotongan RKAB untuk PT Vale Indonesia, melainkan perusahaan yang mengajukan tambahan setelah persetujuan tahap awal.
16 September 2026
Berita Lainnya

Oppo Siap Luncurkan Find X10 Series dengan Teknologi Kamera dan Baterai Terbaru
Rabu, 16 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Perkuat Daya Saing untuk Tarik Investasi Teknologi
Rabu, 16 September 2026, 19.37 WITA

Kenaikan Harga Minyak Akibat Gangguan Ekspor Saudi dan Libya
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Siapkan BEV Entry-Level, Studi Masih Berjalan
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Toyota Konfirmasi bZ4X Lokal Capai TKDN 40%
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Usulan Batalkan Rotasi Pegawai Dikabulkan Setelah Kritik Internal
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

Asing Lanjutkan Aksi Jual, Mandiri Pimpin Penurunan IHSG
Rabu, 16 September 2026, 19.36 WITA

DBS Perkuat Ekosistem Otomotif Lewat Jaringan Regional
Rabu, 16 September 2026, 19.35 WITA


