Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLN Percepat Stabilitas Listrik Sulbagsel dengan Perbaikan dan Investasi Baru

PLN mempercepat pemulihan pasokan listrik di Sulawesi Bagian Selatan melalui perbaikan PLTU, optimasi pembangkit, dan pengembangan energi terbarukan hingga 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
PLN Percepat Stabilitas Listrik Sulbagsel dengan Perbaikan dan Investasi Baru📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, secara langsung meninjau kondisi pembangkit listrik di Jeneponto, Sulawesi Selatan, dalam upaya mempercepat pemulihan kelistrikan di wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Kunjungan ini dilakukan untuk memantau proses perbaikan PLTU Jeneponto, pembangkit swasta berkapasitas 2×100 megawatt yang sempat mengalami gangguan teknis dan menyebabkan penurunan pasokan listrik. Darmawan menegaskan bahwa setiap megawatt yang kembali beroperasi memiliki dampak signifikan terhadap keseimbangan sistem, sehingga dukungan terhadap perbaikan menjadi prioritas utama.

Kendala di sektor hidro juga menjadi tantangan besar, menyusul penurunan produksi akibat kondisi hidrologi yang memburuk akibat dampak El Niño. Daya mampu agregat pembangkit hidro seperti PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta sejumlah PLTM turun drastis dari 850 megawatt menjadi hanya 250 megawatt—berkurang sekitar 600 megawatt. Hal ini menimbulkan tekanan ekstrem terhadap ketersediaan listrik, terutama saat permintaan meningkat. PLN menanggapi dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas pembangkit yang masih beroperasi dan menyiapkan tambahan pasokan hingga 627 megawatt.

Dalam langkah strategis, PLN juga menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna meningkatkan curah hujan di wilayah hulu bendungan. Meskipun potensi awan untuk penyemaian masih terbatas akibat atmosfer yang sangat kering, upaya ini tetap dilanjutkan sebagai salah satu pendekatan pendukung. Target jangka pendek adalah kembali menyelaraskan pasokan dan permintaan listrik di Sulbagsel pada akhir September 2026, dengan pemantauan harian dan evaluasi berkelanjutan terhadap perkembangan kondisi.

Untuk memperkuat ketahanan sistem jangka panjang, PLN menyiapkan transformasi sistem kelistrikan melalui penguatan dengan sumber energi terbarukan. Sejalan dengan arahan Presiden, PLN akan membangun sekitar 5,2 gigawatt peak (GWp) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt jam (GWh) Battery Energy Storage System (BESS). Dengan kombinasi ini, sistem akan menjadi lebih beragam, fleksibel, dan mampu menyerap fluktuasi pasokan, terutama saat produksi hidro menurun. PLTS menjadi sumber listrik yang tidak bergantung pada air, sementara BESS berfungsi sebagai penyangga cadangan energi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya