El Nino Picu Kekurangan Listrik di Sulawesi dan Kalimantan
Kekurangan pasokan listrik di Sulawesi dan Kalimantan disebabkan penurunan debit air akibat El Nino, bukan kelangkaan batu bara sesuai RKAB.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kekurangan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Sulawesi dan Kalimantan bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan batu bara melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), tetapi akibat kondisi alam yang memengaruhi pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa sebagian besar kapasitas listrik di wilayah tersebut bergantung pada PLTA, sehingga sangat rentan terhadap perubahan iklim.
Dampak dari fenomena El Nino menyebabkan debit air di berbagai sungai turun drastis, yang berakibat pada menurunnya produktivitas generator. Dalam kondisi normal, pembangkit tersebut mampu menghasilkan hingga 400 Megawatt, namun kini hanya beroperasi pada kapasitas 250 Megawatt, menyebabkan defisit pasokan listrik secara signifikan.
Selain faktor cuaca, proses pemeliharaan rutin di beberapa pembangkit listrik, termasuk di Kalimantan Tengah, juga turut berkontribusi terhadap gangguan pasokan. Pemeliharaan ini dilakukan oleh PT PLN (Persero) sebagai operator utama, meski kewenangan regulasi berada di bawah Kementerian ESDM. Namun, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa menghindar dari tanggung jawab, meskipun implementasi operasional berada di tangan PLN.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaksana dalam mengantisipasi risiko kelistrikan. “Sekalipun ESDM hanya regulator, saat listrik padam, publik tetap menyalahkan pemerintah. Itu konsekuensi, dan pemimpin harus berani mengambil tanggung jawab,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

China Temukan Depositan Mineral Laut Berpotensi Emas Tinggi
Penelitian China mengungkap endapan sulfida polimetalik berpotensi tinggi di Pasifik Barat, dengan kandungan emas mencapai 15,4 gram per ton bijih.
16 September 2026

ESDM Masih Evaluasi RKAB 2026 Bayan
Kementerian ESDM masih dalam tahap evaluasi mendalam terhadap perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya 2026 PT Bayan Resources, yang memicu pernyataan force majeure oleh anak perusahaannya.
16 September 2026

ANTAM Perkuat Keberlanjutan Lewat Konservasi Laut di Lombok
PT ANTAM (Persero) Tbk bersama peserta Women On The Move 2026 lakukan aksi konservasi di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan 50 tukik dan menanam 55 terumbu karang sebagai bentuk komitmen keberlanjutan.
16 September 2026

Freeport Proyeksikan Produksi Tembaga Capai 800 Juta Pound di 2026
PT Freeport Indonesia memperkirakan produksi tembaga mencapai 800 juta pound dan emas 21 ton pada 2026, seiring pemulihan operasional Grasberg Block Cave pasca-longsoran.
16 September 2026
Berita Lainnya

ANW Ajukan Perlindungan ke Komnas Perempuan dan LPSK
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA

Andika Pertimbangkan Vakum, Jaga Kesehatan dan Keluarga
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA

Jaksa Hentikan Tuntutan Hukuman Mati untuk Reiner
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA
Mahasiswa Fisip UHO Dapat Pelatihan Jurnalistik di Graha Pena
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA
Gubernur Minta Kejelasan Status Lahan Eks HGU PT Kapas
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA
DPD RI Periksa Konsistensi Data dalam Pelaksanaan UU Kesejahteraan Sosial
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA
Kepemilikan IKD di Kendari Masih Rendah, Pendidikan dan Akses Teknologi Jadi Penghambat
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA

Parinringi Masuk Tiga Terbaik Pencalonan Sekda Sultra
Rabu, 16 September 2026, 19.21 WITA


