Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah, Saham KLBF dan CMRY Tampil Kuat

Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,13% ke level 6.534,69, didorong koreksi BYAN, sementara KLBF dan CMRY menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan dan ekspansi distribusi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 11.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melemah, Saham KLBF dan CMRY Tampil Kuat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (15/9), berakhir melemah 1,13% di posisi 6.534,69. Penurunan ini disebabkan oleh aksi jual asing yang mencapai Rp703,44 miliar secara keseluruhan, sementara sejumlah emiten seperti BREN, ANTM, dan KLBF menjadi penopang indeks dengan kenaikan masing-masing 1,29%, 2,51%, dan 4,76%. Di sisi lain, BYAN menjadi penyumbang tekanan terbesar dengan penurunan 8,11%, memengaruhi indeks hingga -14,67 poin.

Kondisi ini terjadi setelah terjadi force majeure pada tiga anak usaha BYAN akibat belum terbitnya persetujuan RKAB 2026, yang berdampak pada volume produksi dan kinerja keuangan perusahaan. Sementara itu, sektor Industrial menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 1,56%, sedangkan sektor Health menjadi satu-satunya yang menguat, naik 0,24%. Pasar saham global juga mengalami tekanan, dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing 0,63%, 0,45%, dan 0,78%.

Di tengah pelemahan pasar, emiten seperti PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) menunjukkan kinerja solid. Pada semester I-2026, pendapatan CMRY tumbuh 25,50% menjadi Rp6,46 triliun, sementara laba bersih naik 17,88% menjadi Rp1,17 triliun. Untuk mendukung ekspansi, perseroan menambah penyertaan modal sebesar Rp125 miliar kepada anak usaha, Macrosentra Niagaboga, yang merupakan entitas terkendali dengan kepemilikan 99,99%. Transaksi ini tidak mengubah pengendalian dan tidak berdampak material terhadap kondisi operasional.

Sementara itu, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperkuat ekosistem media digital melalui kemitraan strategis dengan Republik Media Anak Bangsa (RMAB) dan Sinergi Terang Abadi (STA). Kolaborasi ini mengintegrasikan berbagai platform seperti iNews TV, Okezone, Sindonews, dan IDX Channel, yang secara keseluruhan menjangkau sekitar 72 juta pengikut dan mencatat 1,8 miliar tayangan per bulan. Strategi ini menjadi respons terhadap penurunan pendapatan iklan sebesar 13,59% pada semester I-2026, yang menurunkan pendapatan menjadi Rp3,52 triliun.

PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) juga mengalami perubahan pengendalian, dengan Rama Indonesia dari Unirama Group mengambil alih 2,47 miliar saham, menandai awal transformasi. Perseroan menyiapkan belanja modal Rp100 miliar pada 2026 untuk mendorong pertumbuhan EBITDA rata-rata 7,75% hingga 2030. Meski pada semester I-2026 pendapatan turun 29,47% menjadi Rp407,53 miliar dan mencatat rugi Rp30,98 miliar akibat kebakaran, pemulihan kinerja diharapkan terjadi melalui dukungan baru, realisasi klaim, dan implementasi program modal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya