BYD Siap Produksi Truk Listrik Pertama di Eropa Tahun Depan
BYD menargetkan peluncuran truk berat listrik pertamanya di Eropa tahun depan, dengan rencana produksi lokal untuk menghindari ancaman tarif impor dari Uni Eropa.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 07.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, memperkuat eksistensinya di pasar Eropa dengan rencana meluncurkan truk listrik berat pertama pada tahun depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kapasitas produksi lokal di benua tersebut, guna menjawab dinamika regulasi perdagangan internasional. Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyampaikan komitmen perusahaan untuk memproduksi semua produk yang dijual di Eropa secara lokal dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang pameran dagang IAA di Hannover, Senin (14/9), sebagai bagian dari upaya BYD memperluas jaringan layanan ke pelanggan. Selain produksi, perusahaan juga berencana menyediakan paket solusi lengkap, termasuk pembiayaan, infrastruktur pengisian daya berbasis energi surya, serta jaringan bengkel dan layanan darurat di jalan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem transportasi listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Ancaman tarif impor dari Uni Eropa terhadap truk listrik asal Tiongkok menjadi pertimbangan utama. Produsen Eropa, termasuk MAN yang menjadi bagian dari Traton, telah mendorong penerapan tarif serupa dengan yang berlaku untuk mobil listrik Tiongkok. Li menyatakan bahwa meski tidak mendukung kebijakan tersebut, BYD tetap siap menghadapinya dengan mempercepat produksi lokal. Menurutnya, tarif hanya berdampak sementara hingga kapasitas produksi domestik mencapai skala optimal.
BYD juga memperluas investasi di sektor mobil penumpang dengan pembangunan pabrik di Szeged, Hungaria, yang dijadwalkan mulai produksi massal tahun depan. Dengan membangun pabrik di Eropa, BYD berharap dapat memperkuat posisi sebagai pelaku industri otomotif yang benar-benar berakar di wilayah pasar target. “Begitu semua diproduksi secara lokal, itu tidak masalah. Kami menjadi perusahaan Eropa,” tegas Li, menegaskan transformasi identitas perusahaan dalam konteks pasar Eropa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Akibat Karhutla di Magetan
Penutupan sementara tiga jalur utama pendakian Gunung Lawu dilakukan untuk menjamin keselamatan pendaki menyusul munculnya titik api di wilayah Magetan.
16 September 2026

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027
Pemerintah resmi menetapkan 18 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama untuk tahun 2027, berdasarkan SKB Tiga Menteri yang disepakati di Jakarta.
16 September 2026

2027 Ditetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Pemerintah resmi menetapkan 26 hari libur di 2027, terdiri dari 18 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama, berdasarkan SKB Tiga Menteri.
16 September 2026

China Perketat Larangan Perjalanan Luar Negeri
China menerapkan aturan pembatasan perjalanan yang mencakup larangan keluar bagi warga yang dianggap mengancam keamanan nasional, termasuk pelanggar aturan perdagangan dan teknologi.
16 September 2026
Berita Lainnya

Liburan ke Jepang Kini Lebih Mahal, Pemerintah Terapkan Tarif Berbeda
Rabu, 16 September 2026, 07.49 WITA

WIG 2026 Dorong Wisatawan Global Kenali Warisan Kuliner Lokal
Rabu, 16 September 2026, 07.47 WITA

7 Makanan Berbahaya yang Harus Dihindari Kelinci
Rabu, 16 September 2026, 07.46 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid Agustus 2026
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Pengguna Keluhkan Bug Sistem Omo X Saat Gunakan Standar Samping
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Trump Buka Ruang Pabrik Mobil China di AS
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Toyota Siapkan Hilux Hidrogen untuk Eropa Mulai 2028
Rabu, 16 September 2026, 07.44 WITA

Kamera iPhone Lebih dari Sekadar Memotret
Rabu, 16 September 2026, 07.43 WITA


