Trump Buka Ruang Pabrik Mobil China di AS
Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak keberatan jika produsen mobil asal China membangun pabrik perakitan di negaranya, membuka peluang masuknya kendaraan China ke pasar domestik.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap kehadiran produsen mobil China di wilayah AS, menegaskan bahwa ia tidak keberatan jika perusahaan tersebut membangun pabrik perakitan di dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan Fox News, menandai pergeseran dari kebijakan sebelumnya yang lebih menutup akses pasar bagi kendaraan listrik asal Tiongkok. Trump menekankan bahwa yang penting adalah penciptaan lapangan kerja bagi warga AS, dengan menyebut contoh Jepang yang sukses menjalankan produksi di AS sambil menyerap tenaga kerja lokal.
Kebijakan yang diterapkan di era Joe Biden sebelumnya melarang secara tegas penjualan dan pembangunan kendaraan penumpang dari China di AS, sementara tarif impor untuk mobil listrik Tiongkok tetap dipertahankan di atas 100 persen. Namun, pernyataan Trump kini menggambarkan kebijakan yang lebih fleksibel, meski tetap mempertahankan prinsip perlindungan terhadap industri dalam negeri. Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan memperbolehkan mobil China masuk secara bebas, melainkan memastikan bahwa produksi dilakukan di AS, bukan di negara ketiga seperti Meksiko.
Pernyataan ini langsung menuai kritik dari sejumlah anggota Kongres, termasuk Senator Elissa Slotkin dari Michigan, yang menolak isu adanya kesepakatan besar antara AS dan China yang memungkinkan mobil China masuk ke pasar AS. Ia menyebut isu tersebut sebagai rumor yang menyesatkan dan berpotensi merugikan industri otomotif domestik. Trump menanggapi dengan membantah tudingan tersebut, menegaskan bahwa ia telah menjaga kendaraan China tetap terlarang dari pasar AS sejak awal masa jabatannya.
Di sisi lain, kelompok industri otomotif AS, termasuk perusahaan besar seperti General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, dan Stellantis, mengirim surat resmi ke pimpinan Kongres meminta agar rancangan undang-undang pelarangan permanen kendaraan China segera disahkan sebelum akhir tahun. Mereka menilai bahwa produsen China tengah memanfaatkan subsidi pemerintah dan teknologi terintegrasi untuk mendominasi pasar global secara tidak sehat. Dengan dukungan dari Alliance for Automotive Innovation, kelompok ini menekankan perlunya perlindungan ekonomi jangka panjang terhadap industri dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Toyota Siapkan Hilux Hidrogen untuk Eropa Mulai 2028
Toyota memperkenalkan rencana peluncuran Hilux versi hidrogen di Eropa mulai 2028, sebagai bagian dari strategi diversifikasi tenaga kendaraan komersial.
16 September 2026

BYD Siap Uji Coba Mobil Baterai Solid-State Tahun Depan
Perusahaan otomotif China, BYD, akan menguji kendaraan berbaterai solid-state pada tahun depan melalui demonstrasi produk, meski produksi massal masih beberapa tahun ke depan.
15 September 2026

Toyota Pertahankan Dominasi Pasar Elektrifikasi di RI
Masuknya merek mobil China di segmen elektrifikasi tak menggerus posisi Toyota, yang tetap memimpin pasar dengan pangsa 23% hingga Agustus 2026.
15 September 2026

ADAS Meningkatkan Keselamatan Berkendara di Era Mobil Modern
Teknologi bantuan pengemudi kini menjadi standar di mobil baru karena efektivitasnya dalam mencegah kecelakaan dan mendukung konsentrasi pengemudi.
15 September 2026
Berita Lainnya

Liburan ke Jepang Kini Lebih Mahal, Pemerintah Terapkan Tarif Berbeda
Rabu, 16 September 2026, 07.49 WITA

Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Akibat Karhutla di Magetan
Rabu, 16 September 2026, 07.48 WITA

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027
Rabu, 16 September 2026, 07.47 WITA

WIG 2026 Dorong Wisatawan Global Kenali Warisan Kuliner Lokal
Rabu, 16 September 2026, 07.47 WITA

7 Makanan Berbahaya yang Harus Dihindari Kelinci
Rabu, 16 September 2026, 07.46 WITA

2027 Ditetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Rabu, 16 September 2026, 07.46 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid Agustus 2026
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA

Pengguna Keluhkan Bug Sistem Omo X Saat Gunakan Standar Samping
Rabu, 16 September 2026, 07.45 WITA


