Rabu, 16 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Akibat Karhutla di Magetan

Penutupan sementara tiga jalur utama pendakian Gunung Lawu dilakukan untuk menjamin keselamatan pendaki menyusul munculnya titik api di wilayah Magetan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 16 September 2026, 07.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup Akibat Karhutla di Magetan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah daerah setempat telah mengambil kebijakan menutup sementara seluruh jalur utama pendakian Gunung Lawu mulai Senin (14/9), menyusul munculnya titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Magetan, Jawa Timur. Penutupan berlaku untuk jalur melalui Candi Ceto, Cemoro Sewu, dan Cemoro Kandang, dengan tujuan utama mencegah potensi ancaman terhadap keselamatan para pendaki di tengah aktivitas pemadaman yang masih berlangsung.

Kegiatan pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan relawan lokal. Kebakaran pertama kali terdeteksi pada pukul 01.30 WIB oleh petugas dan warga setempat di wilayah hutan milik Perhutani RPH Bedagung Petak 50, Desa Jabung, Kecamatan Panekan. Lokasi kebakaran berada dalam wilayah kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lawu Selatan, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menyatakan bahwa meskipun luas area terbakar belum besar, risiko perambatan api tetap tinggi, terutama jika terjadi perubahan cuaca atau angin kencang. Oleh karena itu, penutupan jalur diperlukan sebagai langkah pencegahan dini. Ia menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur baru akan dilakukan setelah hasil penilaian lapangan menunjukkan kondisi telah benar-benar aman dan bebas dari ancaman kebakaran.

Upaya pemadaman dilakukan dengan pembuatan sekat pembatas api atau ilaran di sekitar lokasi kebakaran, yang berhasil melokalisasi kobaran api dan mencegah penyebaran ke area permukiman maupun hutan yang lebih luas. Langkah ini dinilai efektif dalam menekan penyebaran api hingga saat ini, meskipun pemantauan terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya