Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rasa lega setelah resmi menyerahkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan kepada penggantinya. Ia menyebut kini tidak lagi menjadi pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau Whoosh, yang sempat menjadi perhatian publik. Pernyataan itu disampaikan usai upacara serah terima jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026).
Proyek Whoosh, yang kini dikelola oleh Kementerian Keuangan melalui proses pengalihan utang dari KCIC, akan dibayar melalui cicilan bertahap hingga 80 tahun. Nilai angsuran tahunan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun, sedikit di bawah angka tersebut. Purbaya menekankan bahwa keputusan restrukturisasi ini telah melalui proses evaluasi dan penyesuaian kebijakan fiskal yang kompleks.
Dalam percakapan singkat, ia mengungkapkan keterbatasan waktu hidupnya sebagai alasan tak bisa menjamin kepastian atas beban utang yang akan berlangsung hingga dekade mendatang. "Umur saya nggak sampe 80 tahun. 10 tahun lagi udah syukur kalo bisa," ujarnya dengan nada bercanda, sekaligus menyiratkan kekhawatiran terhadap beban fiskal jangka panjang yang akan dihadapi generasi mendatang.
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru secara resmi dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya yang menjabat selama sekitar satu tahun. Dengan bergantinya kepemimpinan, seluruh urusan keuangan terkait proyek Whoosh kini berada di bawah kendali Menteri baru, termasuk pengawasan terhadap pelunasan utang dan kinerja keuangan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
15 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Meski terjadi pergantian menteri keuangan, proses pengalihan saham BUMN di KCIC tetap berjalan sesuai rencana tanpa hambatan.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Saham Summarecon Anjlok Pasca OTT Pejabat di Kementerian ATR/BPN
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


