Gen Z Dominasi Kredit Bermasalah Pindar, OJK Perketat Pengawasan
Data terbaru menunjukkan hampir setengah kredit bermasalah di industri pinjaman daring berasal dari generasi Z, didominasi laki-laki, dengan OJK memperkuat pengawasan risiko dan skoring kredit.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kinerja kredit bermasalah pada industri pinjaman daring (pindar) terus menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama karena tren dominasi kelompok usia muda. Hingga Juli 2026, sebanyak 48,22 persen dari total outstanding bermasalah berasal dari kalangan usia 19 hingga 34 tahun, yang dikenal sebagai generasi Z. Angka ini menunjukkan kecenderungan tinggi dari kalangan produktif muda dalam mengakses pembiayaan digital tanpa pengelolaan risiko yang memadai.
Di sisi lain, distribusi gender dalam kredit macet juga menunjukkan ketimpangan signifikan. Laki-laki mendominasi dengan kontribusi 54,22 persen terhadap total kredit bermasalah, mencerminkan pola penggunaan layanan pindar yang lebih intensif dibandingkan perempuan. OJK menilai fenomena ini sebagai indikator penting yang perlu dievaluasi lebih dalam, terutama dalam konteks literasi keuangan dan pengelolaan utang di kalangan generasi muda.
OJK kembali menekankan perlunya peningkatan sistem pengelolaan risiko oleh penyelenggara pindar. Salah satu langkah utama adalah optimalisasi teknologi credit scoring untuk menilai kemampuan bayar calon debitur secara lebih akurat. Selain itu, penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit menjadi kewajiban bagi pelaku industri, guna mencegah penyebaran risiko sistemik akibat kredit macet yang terus melonjak.
Peningkatan kualitas pembiayaan ini didorong oleh data yang menunjukkan tingkat kredit bermasalah pindar pada Maret 2026 mencapai angka jauh lebih tinggi dibanding sektor keuangan non bank lainnya. Dengan tingkat NPF gross multifinance hanya 2,83 persen dan BNPL sebesar 2,51 persen, pindar mencatat rasio yang hampir dua kali lipat lebih tinggi. Sementara itu, total outstanding pembiayaan pindar pada periode yang sama telah melampaui angka Rp100 triliun, menandakan ekspansi pasar yang cepat tetapi belum seimbang dengan pengawasan kualitas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
15 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


