Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gen Z Dominasi Kredit Bermasalah Pindar, OJK Perketat Pengawasan

Data terbaru menunjukkan hampir setengah kredit bermasalah di industri pinjaman daring berasal dari generasi Z, didominasi laki-laki, dengan OJK memperkuat pengawasan risiko dan skoring kredit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Gen Z Dominasi Kredit Bermasalah Pindar, OJK Perketat Pengawasan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kinerja kredit bermasalah pada industri pinjaman daring (pindar) terus menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama karena tren dominasi kelompok usia muda. Hingga Juli 2026, sebanyak 48,22 persen dari total outstanding bermasalah berasal dari kalangan usia 19 hingga 34 tahun, yang dikenal sebagai generasi Z. Angka ini menunjukkan kecenderungan tinggi dari kalangan produktif muda dalam mengakses pembiayaan digital tanpa pengelolaan risiko yang memadai.

Di sisi lain, distribusi gender dalam kredit macet juga menunjukkan ketimpangan signifikan. Laki-laki mendominasi dengan kontribusi 54,22 persen terhadap total kredit bermasalah, mencerminkan pola penggunaan layanan pindar yang lebih intensif dibandingkan perempuan. OJK menilai fenomena ini sebagai indikator penting yang perlu dievaluasi lebih dalam, terutama dalam konteks literasi keuangan dan pengelolaan utang di kalangan generasi muda.

OJK kembali menekankan perlunya peningkatan sistem pengelolaan risiko oleh penyelenggara pindar. Salah satu langkah utama adalah optimalisasi teknologi credit scoring untuk menilai kemampuan bayar calon debitur secara lebih akurat. Selain itu, penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit menjadi kewajiban bagi pelaku industri, guna mencegah penyebaran risiko sistemik akibat kredit macet yang terus melonjak.

Peningkatan kualitas pembiayaan ini didorong oleh data yang menunjukkan tingkat kredit bermasalah pindar pada Maret 2026 mencapai angka jauh lebih tinggi dibanding sektor keuangan non bank lainnya. Dengan tingkat NPF gross multifinance hanya 2,83 persen dan BNPL sebesar 2,51 persen, pindar mencatat rasio yang hampir dua kali lipat lebih tinggi. Sementara itu, total outstanding pembiayaan pindar pada periode yang sama telah melampaui angka Rp100 triliun, menandakan ekspansi pasar yang cepat tetapi belum seimbang dengan pengawasan kualitas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya