Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Edwin Soeryadjaya menambah kepemilikan saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) sebanyak 1,02 juta lembar dengan nilai total Rp1,8 miliar pada September 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komisaris utama PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya, kembali memperluas posisinya sebagai pemegang saham melalui pembelian saham SRTG sebanyak 1,02 juta lembar pada periode 10–11 September 2026. Transaksi dilakukan dengan harga rata-rata Rp1.815 per saham, membukukan nilai total sebesar Rp1,8 miliar. Pembelian ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang yang dilakukan oleh pemegang saham dominan.
Setelah transaksi, kepemilikan Edwin Soeryadjaya di SRTG naik menjadi 35,9%, memperkuat posisinya sebagai pengendali perusahaan. Langkah ini mencerminkan kepercayaan terhadap prospek emiten yang bergerak di sektor properti dan infrastruktur. Transaksi tersebut juga menunjukkan konsistensi dalam memperkuat modal dan pengaruh di perusahaan yang telah menjadi bagian dari portofolio investasinya.
Pembelian ini bukan kali pertama dilakukan oleh Edwin dalam kurun waktu dekat. Pada awal Februari 2026, ia telah menambah kepemilikan sebanyak 1,53 juta saham, terdiri dari 488.700 lembar pada 2 Februari dengan harga Rp1.629 per saham, dan 1.045.000 lembar pada 4 Februari dengan harga rata-rata Rp1.608 per saham. Kedua transaksi tersebut juga dilakukan secara bertahap untuk memperkuat basis kepemilikan tanpa menimbulkan dampak signifikan terhadap likuiditas pasar.
Seluruh saham yang dibeli merupakan saham biasa dan diperoleh secara langsung di pasar modal. Tidak ada indikasi adanya transaksi khusus atau pengalihan hak, serta semua aktivitas telah dilaporkan secara transparan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tujuan utama dari pembelian ini tetap pada aspek investasi jangka panjang, tanpa adanya rencana perubahan struktur manajemen atau operasional perusahaan dalam waktu dekat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
15 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Saham Summarecon Anjlok Pasca OTT Pejabat di Kementerian ATR/BPN
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


