Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan

Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasaran global mengalami gejolak setelah sejumlah pemimpin kunci di bidang kecerdasan buatan menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap laju inovasi teknologi yang dinilai telah melampaui kontrol. Dalam pernyataan yang menyebar luas, para eksekutif dari Anthropic, OpenAI, dan SpaceX menekankan perlunya penundaan sementara pengembangan sistem AI tingkat lanjut, dengan alasan potensi ancaman serius terhadap keberlangsungan manusia. Aksi tersebut langsung memicu reaksi pasar, menyebabkan penurunan signifikan pada saham perusahaan teknologi utama.

Nvidia, pemimpin pasar semikonduktor global, mengalami penurunan harga saham sebesar 3,3 persen pada penutupan perdagangan di New York. Sementara itu, Advanced Micro Devices turun 4 persen, Micron Technology dan Sandisk masing-masing merosot 5 persen. Indeks Nasdaq, yang menjadi cerminan kinerja sektor teknologi, juga terkoreksi 0,5 persen di akhir sesi. Pasar di Asia dan Eropa ikut terdampak, dengan indeks Kospi di Korea Selatan melemah 3 persen, sementara saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company turun 1,2 persen. Di Eropa, ASML, produsen peralatan semikonduktor terbesar di benua tersebut, mengalami penurunan hingga 6 persen.

Saham SoftBank, yang memiliki kepemilikan signifikan di OpenAI, anjlok hingga 13 persen, mencerminkan ketegangan yang meluas di antara investor global. Di sisi lain, sektor yang sebelumnya dianggap terancam oleh otomatisasi justru menunjukkan kekuatan. Saham WPP, grup periklanan global, naik 5 persen di pasar London, begitu pula saham Relx, perusahaan analitik data, yang juga melonjak 5 persen. Kenaikan ini didorong oleh harapan bahwa peran manusia dalam proses bisnis tetap vital meskipun AI berkembang.

Pemicu utama aksi penjualan berasal dari esai panjang 3.800 kata yang ditulis oleh CEO Anthropic, Dario Amodei. Dalam tulisannya, ia menyatakan bahwa manusia berpotensi kehilangan kendali atas sistem AI yang semakin kompleks. Ia memperingatkan kemungkinan AI digunakan untuk serangan siber massal, tindakan bioterorisme, dan gangguan ekonomi skala besar. Amodei menekankan bahwa mempercepat pengembangan teknologi tanpa pertimbangan risiko adalah bentuk ketidakbertanggungjawaban, dengan ancaman nyata bahwa agen AI masa depan bisa meretas jaringan global dan menimbulkan kerugian mencapai ratusan miliar dolar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya