Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasaran global mengalami gejolak setelah sejumlah pemimpin kunci di bidang kecerdasan buatan menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap laju inovasi teknologi yang dinilai telah melampaui kontrol. Dalam pernyataan yang menyebar luas, para eksekutif dari Anthropic, OpenAI, dan SpaceX menekankan perlunya penundaan sementara pengembangan sistem AI tingkat lanjut, dengan alasan potensi ancaman serius terhadap keberlangsungan manusia. Aksi tersebut langsung memicu reaksi pasar, menyebabkan penurunan signifikan pada saham perusahaan teknologi utama.
Nvidia, pemimpin pasar semikonduktor global, mengalami penurunan harga saham sebesar 3,3 persen pada penutupan perdagangan di New York. Sementara itu, Advanced Micro Devices turun 4 persen, Micron Technology dan Sandisk masing-masing merosot 5 persen. Indeks Nasdaq, yang menjadi cerminan kinerja sektor teknologi, juga terkoreksi 0,5 persen di akhir sesi. Pasar di Asia dan Eropa ikut terdampak, dengan indeks Kospi di Korea Selatan melemah 3 persen, sementara saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company turun 1,2 persen. Di Eropa, ASML, produsen peralatan semikonduktor terbesar di benua tersebut, mengalami penurunan hingga 6 persen.
Saham SoftBank, yang memiliki kepemilikan signifikan di OpenAI, anjlok hingga 13 persen, mencerminkan ketegangan yang meluas di antara investor global. Di sisi lain, sektor yang sebelumnya dianggap terancam oleh otomatisasi justru menunjukkan kekuatan. Saham WPP, grup periklanan global, naik 5 persen di pasar London, begitu pula saham Relx, perusahaan analitik data, yang juga melonjak 5 persen. Kenaikan ini didorong oleh harapan bahwa peran manusia dalam proses bisnis tetap vital meskipun AI berkembang.
Pemicu utama aksi penjualan berasal dari esai panjang 3.800 kata yang ditulis oleh CEO Anthropic, Dario Amodei. Dalam tulisannya, ia menyatakan bahwa manusia berpotensi kehilangan kendali atas sistem AI yang semakin kompleks. Ia memperingatkan kemungkinan AI digunakan untuk serangan siber massal, tindakan bioterorisme, dan gangguan ekonomi skala besar. Amodei menekankan bahwa mempercepat pengembangan teknologi tanpa pertimbangan risiko adalah bentuk ketidakbertanggungjawaban, dengan ancaman nyata bahwa agen AI masa depan bisa meretas jaringan global dan menimbulkan kerugian mencapai ratusan miliar dolar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
15 September 2026

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Meski terjadi pergantian menteri keuangan, proses pengalihan saham BUMN di KCIC tetap berjalan sesuai rencana tanpa hambatan.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Saham Summarecon Anjlok Pasca OTT Pejabat di Kementerian ATR/BPN
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


