Danantara Tegaskan Proses Demutualisasi BEI Masih Berjalan
Danantara menegaskan belum menentukan kepemilikan akhir di BEI, meski kabar soal 40,12% saham beredar, karena proses uji tuntas dan regulasi OJK belum selesai.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berada dalam tahap kajian internal dan uji tuntas, sebagaimana disampaikan oleh tim komunikasi Danantara. Perusahaan menegaskan bahwa informasi mengenai rencana kepemilikan 40,12% oleh Danantara Investment Management belum mencerminkan keputusan akhir. Semua perkembangan terkait akan disampaikan melalui saluran resmi setelah adanya keputusan final dan sesuai peraturan yang berlaku.
Sejak pertemuan pertama pada 30 Juli 2026, BEI telah menjalin komunikasi intensif dengan Danantara, termasuk penerimaan surat minat investasi pada 31 Juli. Pertemuan lanjutan dilakukan pada 3 Agustus, menyusul pelaksanaan kick-off due diligence pada 6 Agustus. Proses penilaian terhadap aset, hukum, dan strategi bisnis telah berjalan hingga 11 September 2026, dengan saat ini sedang dalam tahap finalisasi laporan akhir.
Dalam dokumen yang dirilis, disebutkan bahwa setelah demutualisasi, struktur kepemilikan BEI akan berubah. Danantara diproyeksikan memiliki sekitar 69 lembar saham, setara 40,12%, sementara 88 anggota bursa akan memegang 51,16%, dan empat sekuritas non-aktif (PT Wanteg Sekuritas, PT Yugen Bertumbuh, PT Ekuator Swarna, dan PT Paramitra Alfa) berkontribusi 2,32%. Sementara saham treasury tetap dipertahankan sebanyak 11 lembar, atau 6,40%.
Sebelumnya, struktur kepemilikan BEI didominasi oleh anggota bursa dengan 87,38%, diikuti saham treasury 10,68% dan non-anggota bursa 1,94%. Perubahan ini akan terjadi melalui right issue dengan nilai nominal saham tetap sebesar Rp7,5 miliar per lembar. Seluruh proses tetap menunggu keluarnya peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai dasar hukum pelaksanaan demutualisasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
15 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


