Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Melemah di Awal Pekan, Tekanan Global dan Kebijakan Baru Mempengaruhi

Rupiah melemah ke level Rp17.650 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, dipengaruhi tekanan global dan ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Melemah di Awal Pekan, Tekanan Global dan Kebijakan Baru Mempengaruhi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan pada awal perdagangan Selasa (15/9/2026), bergerak ke posisi Rp17.650 per dolar AS. Penurunan tersebut mencatat pelemahan sebesar 0,06% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya, yang berada di angka Rp17.640/US$. Kondisi ini melanjutkan tren penurunan dari sesi sebelumnya, yang menunjukkan ketegangan di pasar valuta asing akibat dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter global.

Penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama juga berkontribusi terhadap kenaikan nilai greenback terhadap rupiah. Indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat 0,20% ke level 99,588 pada pukul 09.00 WIB, menunjukkan dominasi aset berdenominasi dolar dalam lanskap pasar keuangan global. Tekanan ini diperparah oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dan meningkatkan permintaan terhadap aset aman.

Di dalam negeri, pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi fokus utama kebijakan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kesehatan dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi prioritas utama. Menurutnya, APBN harus mampu menopang program strategis pemerintah sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi, sesuai arahan Presiden. Ia menekankan bahwa kepercayaan terhadap keuangan negara harus terus dipertahankan melalui transparansi dan pengelolaan yang akuntabel.

Kenaikan harga minyak Brent hingga menyentuh US$109,80 per barel menambah ketegangan pasar, seiring serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dan penutupan jalur pipa utama sebagai langkah antisipasi. Ancaman terhadap jalur maritim di Laut Merah turut memperbesar risiko gangguan pasokan energi. Di sisi lain, pasar global juga menantikan keputusan The Federal Reserve dalam pertemuan FOMC 15–16 September, dengan peluang kenaikan suku bunga mencapai 90%, meningkat signifikan dari 60% pekan lalu. Kenaikan suku bunga AS berpotensi memperkuat dolar dan memperbesar tekanan terhadap mata uang lokal seperti rupiah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya