Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Anggap Seruan Perlambatan AI dari AS Hanya Gertakan

Pemerintah China menilai ajakan para pemimpin teknologi AS untuk melambatkan pengembangan AI sebagai upaya menakut-nakuti yang tidak konstruktif, sambil menegaskan komitmen terhadap inovasi terbuka dan kolaboratif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
China Anggap Seruan Perlambatan AI dari AS Hanya Gertakan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China menanggapi dengan sinis seruan dari sejumlah tokoh teknologi AS agar pengembangan kecerdasan buatan (AI) diperlambat secara signifikan. Dalam konferensi pers resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun menyatakan bahwa tindakan tersebut justru mencerminkan kecemasan yang tidak realistis, menilai bahwa kekhawatiran yang disampaikan sebagai bentuk fearmongering yang menghambat kerja sama global.

Guo menekankan bahwa AI adalah alat penting bagi kesejahteraan manusia dan perlu dikembangkan secara inklusif serta transparan. Ia menegaskan bahwa upaya memperlambat inovasi hanya akan memperburuk ketimpangan teknologi dan mengurangi peluang kolaborasi multilateral dalam menyusun kerangka regulasi yang adil dan berkelanjutan.

Dalam konteks global, China justru menunjukkan sikap tenang dan strategis terhadap perkembangan AI, berbeda dengan dinamika kompetitif yang kental di Amerika Serikat. Di sana, para pelaku industri sering memandang AI sebagai medan pertarungan menang-kalah, sementara Beijing memilih pendekatan progresif yang mengutamakan penyerapan dan adaptasi cepat.

Sejarah menunjukkan bahwa China mampu menyusul dan bahkan mendominasi sejumlah sektor teknologi setelah awalnya tertinggal, seperti dalam kasus internet, mobil listrik, dan perangkat komunikasi. Profesor dari Universitas Ilmu dan Teknologi Hong Kong, Yang Qiang, menegaskan bahwa AI hanyalah alat, dan kemampuan inovatif masyarakat Tiongkok akan mendorong teknologi ini mencapai potensi maksimal.

Sikap China ini menimbulkan perdebatan di kalangan analis. Sementara sebagian menyatakan bahwa kekhawatiran atas kontrol AI adalah hal yang wajar, lainnya justru melihat seruan perlambatan sebagai strategi retorika untuk menarik perhatian dan dukungan keuangan dari pemerintah AS. Namun demikian, Beijing tetap bersikeras bahwa kemajuan teknologi harus dibangun atas dasar kerja sama, bukan ketakutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya