Uji Coba Kolaborasi Pajak Berbasis Kepercayaan Dimulai
PT Pertamina menjadi peserta pertama dalam uji coba cooperative compliance dengan DJP, mengusung pendekatan pengawasan proaktif berbasis data dan transparansi untuk tahun pajak 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan inisiatif baru dengan melibatkan PT Pertamina (Persero) sebagai pelaksana uji coba pertama program cooperative compliance. Langkah ini menandai pergeseran dari model pengawasan konvensional pasca-transaksi menuju pendekatan preventif yang kolaboratif, berbasis data, dan transparan. Tujuannya adalah membangun sinergi antara otoritas pajak dan pelaku usaha melalui kepercayaan yang dibangun dari keterbukaan dan konsistensi dalam kepatuhan perpajakan.
Kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan Berita Acara General Ledger Tax Mapping dan penyerahan sertifikat kepatuhan, sekaligus penerapan Tax Control Framework (TCF) serta integrasi sistem data perpajakan. Program ini berlaku untuk masa pajak Januari hingga Desember 2026, dengan Pertamina menjadi wajib pajak utama yang menjadi ujicoba sistem baru. Melalui proses ini, DJP menilai kesiapan infrastruktur kepatuhan dan keandalan sistem pelaporan perusahaan dalam mendukung pengawasan yang lebih efisien.
Direktur Jenderal Pajak menegaskan bahwa cooperative compliance tidak mengurangi intensitas pengawasan, melainkan memperkuatnya melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis bukti. Dengan adanya transparansi dan data yang dapat diverifikasi, otoritas pajak mampu mengidentifikasi potensi risiko perpajakan secara dini, sehingga mencegah timbulnya sengketa di masa depan. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model untuk ekspansi ke sektor lain di masa mendatang.
Perusahaan yang menunjukkan keterbukaan dalam pengelolaan data dan sistem pengendalian internal akan mendapatkan manfaat berupa kepastian hukum, efisiensi proses administrasi, serta pengurangan beban kepatuhan. Hal ini menjadi bukti bahwa kepatuhan dan pengawasan tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam menciptakan sistem perpajakan yang modern, adil, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menteri Keuangan Baru Punya Kekayaan Rp138,1 Miliar, Mobil Termahal Rp518 Juta
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan kekayaan Rp138,1 miliar, termasuk empat mobil dengan nilai total Rp1,2 miliar, berdasarkan LHKPN KPK 2025.
15 September 2026

RUU Keuangan Negara Dibahas, Pakar Soroti Optimalisasi PNBP
Komisi XI DPR menggelar rapat dengan empat pakar untuk menyempurnakan RUU Keuangan Negara, fokus pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak dan konsistensi kebijakan di sektor sumber daya alam.
15 September 2026

Mei Ling Pimpin LMAN, Tekankan Inovasi dan Tata Kelola Berkualitas
Mei Ling resmi menjabat Direktur Utama LMAN, menggantikan Kristijanindyati Puspitasari, dengan fokus pada inovasi, efisiensi, dan tata kelola aset negara yang transparan.
15 September 2026

Suahasil Nazara Resmi Jabat Menteri Keuangan RI
Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan RI di Istana Presiden, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, setelah menempuh karier panjang di bidang fiskal dan akademik sejak 1999.
15 September 2026
Berita Lainnya

PO Hasnur Diminta Susun Strategi Hadapi Lesunya Ekonomi
Selasa, 15 September 2026, 12.31 WITA

Aira EV Belum Mampu Geser Atto 1 di Pasar Mobil Listrik Agustus 2026
Selasa, 15 September 2026, 11.44 WITA

iPhone Duo Diluncurkan dengan Harga Rp34,9 Juta, Tantangan Pasar Lipat Dimulai
Selasa, 15 September 2026, 11.38 WITA

AI Bisa Lepas Kendali dalam 12 Bulan, Ahli Minta Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 11.37 WITA

China Anggap Seruan Perlambatan AI dari AS Hanya Gertakan
Selasa, 15 September 2026, 11.37 WITA

Suahasil Jadi Menkeu, Fokus Jaga Kesehatan APBN dan Dorong Pertumbuhan 8%
Selasa, 15 September 2026, 11.36 WITA

Suahasil Nazara Resmi Jabat Menkeu, Karangan Bunga Banjiri Kantor Kemenkeu
Selasa, 15 September 2026, 11.35 WITA

KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Suap di BPN Bogor
Selasa, 15 September 2026, 11.35 WITA


