Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Menguat Ringan di Pagi Hari

Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp17.667 per dolar AS, didorong sentimen perubahan pejabat keuangan dan dinamika pasar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Rupiah Menguat Ringan di Pagi Hari📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (15/9) dibuka menguat ke posisi Rp17.667 per dolar AS, mengalami kenaikan 2 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah tekanan global yang menekan sejumlah mata uang kawasan Asia.

Di kawasan Asia, sebagian besar mata uang mengalami pelemahan, termasuk won Korea Selatan yang turun 0,38 persen, baht Thailand minus 0,07 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,08 persen. Yuan China tercatat melemah 0,02 persen, sementara yen Jepang turun 0,27 persen. Dolar Singapura dan rupee India juga terkoreksi masing-masing 0,10 persen dan 0,12 persen. Peso Filipina menjadi pengecualian dengan penguatan 0,05 persen, sedangkan dolar Hong Kong stagnan.

Pada pasar global, mata uang negara maju juga bergerak merah. Poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, dolar Australia turun 0,11 persen, euro Eropa minus 0,09 persen, franc Swiss terkoreksi 0,07 persen, dan dolar Kanada melemah 0,05 persen. Kondisi ini mencerminkan sentimen hati-hati investor menjelang rapat kebijakan moneter Federal Reserve (FOMC).

Analis pasar uang Lukman Leong menilai penguatan rupiah hari ini didorong oleh pergantian menteri keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara, yang diprediksi mendapat respons positif dari pasar. Namun, ruang penguatan tetap terbatas akibat harga minyak mentah dunia yang masih tinggi serta sikap menunggu investor menyusul rapat FOMC. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya