Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Binaan Rutan Bantul Ubah Sampah Plastik Jadi Furnitur Bernilai Ekonomi

Kolaborasi Pertamina dengan warga binaan Rutan Bantul mengubah tutup botol plastik menjadi eco-furniture, mendorong ekonomi sirkular dan pemberdayaan narapidana melalui produksi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga Binaan Rutan Bantul Ubah Sampah Plastik Jadi Furnitur Bernilai Ekonomi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah warga binaan di Rutan Kelas IIB Bantul kini terlibat dalam proyek pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui kerja sama dengan program GO-SARI milik Pertamina, mereka mengolah limbah anorganik, khususnya tutup botol plastik, menjadi papan komposit yang kokoh. Proses ini dimulai dari pengumpulan, pencacahan, hingga presing, lalu dikirim ke rutan untuk dirakit menjadi berbagai furnitur ramah lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan ekonomi sirkular yang dicanangkan oleh Pertamina Patra Niaga, dengan tujuan mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai. Papan plastik hasil olahan tersebut kemudian dijadikan berbagai produk fungsional seperti meja, kursi, kotak tisu, dan gantungan kunci. Produk-produk ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi, terutama set meja dan kursi yang dijual antara Rp1,6 juta hingga Rp1,8 juta per unit.

Partisipasi warga binaan dalam program ini telah berlangsung selama dua bulan, dengan 30 narapidana aktif terlibat. Mayoritas mereka adalah tahanan kasus pidana umum seperti pencurian yang telah menunjukkan perilaku baik dan mendekati akhir masa hukuman. Keterlibatan mereka didukung oleh keterampilan awal dalam bidang perakitan mebel yang dimiliki sebelumnya, sehingga proses produksi berjalan efisien dan berkualitas.

Hasil penjualan produk dikelola secara transparan, dengan pembagian keuntungan 50 persen untuk warga binaan sebagai insentif, 15 persen untuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan 35 persen digunakan untuk operasional rutan. Produk-produk hasil karya mereka juga dipasarkan melalui pameran lokal, termasuk Bantul Creative Expo, sebagai bentuk promosi sekaligus penguatan nilai ekonomi dari karya tahanan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya