Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pelapor TPKS Betrand Peto Diperiksa 23 Pertanyaan di Polda Metro

Polisi memeriksa pelapor dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap Betrand Peto dengan 23 pertanyaan, sementara korban membantah tudingan dan menegaskan keterbukaan dalam proses hukum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 11.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pelapor TPKS Betrand Peto Diperiksa 23 Pertanyaan di Polda Metro📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepolisian Daerah Metro Jaya telah memeriksa perempuan berinisial AW terkait laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) terhadap anak angkat Ruben Onsu, Betrand Peto. Pemeriksaan digelar di ruang Direktorat PPA-PPO pada Senin (14/9), dan berlangsung intensif dengan puluhan pertanyaan yang ditujukan kepada pelapor maupun terlapor. Salah satu poin utama yang diungkap adalah kronologi perjalanan korban dari lokasi keberangkatan hingga ke tempat kejadian perkara, yang diduga terjadi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Kuasa hukum pelapor, Deki Patria Nasution, menyebut bahwa pemeriksaan melibatkan 23 pertanyaan yang ditujukan secara spesifik terhadap pelapor. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan sejumlah bukti pendukung ke penyidik, meski tidak memaparkan rinciannya secara terbuka. Selain itu, dua saksi telah diperiksa dalam kasus ini, dan proses penyelidikan akan terus dikembangkan melalui pemeriksaan saksi lain serta pengumpulan alat bukti tambahan.

Di sisi lain, Betrand Peto secara tegas membantah semua tuduhan yang dilayangkan terhadap dirinya. Dalam konferensi pers yang digelar pada hari yang sama, ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan seksual terhadap siapa pun, terlebih terhadap seorang perempuan yang baru dikenal. “Saya tidak melakukan hal yang dituduhkan. Ini tidak benar sama sekali,” ujarnya.

Betrand menegaskan komitmennya untuk tetap kooperatif dalam proses hukum yang sedang berjalan. Ia menegaskan tidak akan menutupi atau memanipulasi fakta apa pun, sekaligus menekankan pentingnya menjaga nama baik dirinya sendiri serta orang tua angkatnya, Ruben Onsu. Ia menyampaikan keheranan terhadap tudingan yang datang dari seseorang yang baru dikenal, menilai tindakan seperti itu tidak masuk akal dalam konteks hubungan yang belum terjalin secara personal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya