Trump dan Huang Dorong Percepatan AI Tanpa Regulasi Berlebihan
Presiden AS Donald Trump dan CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan adalah hoaks, sekaligus menekankan potensi ekonomi besar dari pusat data dan industri AI.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada acara All-In Summit di Los Angeles, Donald Trump melakukan interupsi langsung terhadap wawancara CEO Nvidia, Jensen Huang, saat sedang membahas perkembangan kecerdasan buatan. Sesi telepon mendadak tersebut menjadi perhatian publik karena menyoroti sikap tegas Trump terhadap kritik terhadap AI. Ia menyatakan bahwa narasi tentang AI sebagai ancaman global adalah konspirasi yang tidak berdasar, menekankan bahwa pusat data bukan ancaman, melainkan aset strategis yang akan membawa kekayaan bagi negara dalam dua dekade ke depan.
Trump menekankan bahwa industri AI bukanlah ancaman bagi manusia, melainkan pendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menilai bahwa kekhawatiran terhadap teknologi ini justru menyerupai prediksi-prediksi masa lalu yang tidak terbukti, seperti ancaman kiamat akibat perubahan iklim. Menurutnya, industri ini mampu menghasilkan keuntungan hingga 20 triliun dolar AS per tahun, dan pemerintah harus terus mendukungnya tanpa memberlakukan pembatasan berlebihan.
Jensen Huang mendukung pernyataan Trump, menegaskan bahwa AI akan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perusahaan, sektor publik, dan wilayah administratif di seluruh AS. Ia menilai bahwa kekhawatiran yang disampaikan oleh sejumlah tokoh teknologi, termasuk mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon dan CEO Anthropic Dario Amodei, tidak didukung data ilmiah. Huang mencontohkan bahwa prediksi-prediksi sebelumnya tentang penggantian pekerjaan oleh AI tidak terbukti terjadi secara massal hingga kini.
Wakil Presiden AS, JD Vance, juga ikut menyampaikan keheranan terhadap sikap perusahaan teknologi besar yang meminta regulasi ketat dari pemerintah. Ia menilai bahwa meski risiko nyata dari AI memang perlu diwaspadai, manfaatnya jauh lebih besar. Ia menyebut aneh melihat perusahaan yang paling depan dalam inovasi justru meminta pembatasan dari negara. Pendekatan Gedung Putih ini berbeda dengan persepsi masyarakat yang semakin khawatir terhadap dampak pekerjaan dan lingkungan dari ekspansi pusat data.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Harga iPhone di Indonesia: Bukan Hanya Soal Pajak
Perbedaan harga iPhone di Indonesia disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, regulasi, dan strategi bisnis, bukan semata-mata pajak tinggi.
15 September 2026

Purbaya Serahkan Jabatan, Air Baltic Ajukan Kebangkrutan
Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan tugas sebagai Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara, sementara Air Baltic mengajukan perlindungan hukum di AS untuk kelola utang USD 405 juta.
15 September 2026

Asing Jual Saham ANTM hingga Rp209 Miliar di Tengah Perubahan Menteri Keuangan
Investor asing catatkan net sell Rp337,4 miliar pada 14 September 2026, dengan Aneka Tambang jadi saham paling banyak dilepas.
15 September 2026

BEI Tunda RUPSLB Menunggu Finalisasi POJK Demutualisasi
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BEI ditunda hingga POJK demutualisasi resmi diterbitkan, menunggu proses finalisasi di OJK.
15 September 2026
Berita Lainnya

Chery Perkenalkan Robot Keamanan dan Perawat di IFA 2026
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

BYD Siap Uji Coba Mobil Baterai Solid-State Tahun Depan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

iPhone, Mac, dan Apple Watch Terintegrasi untuk Produktivitas Maksimal
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

MacBook Unggul di Efisiensi, Integrasi, dan Keamanan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

Menghidupkan Kenangan 80-an Lewat AI dalam Satu Perintah
Selasa, 15 September 2026, 22.45 WITA

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

29 Kg Emas Ilegal Digagalkan di Empat Bandara Nasional
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Selasa, 15 September 2026, 22.37 WITA



