Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

RATU Percepat Akuisisi Aset Produksi di 2027

Perseroan menargetkan minimal satu akuisisi tahun depan, fokus pada aset berproduksi, sambil memanfaatkan private placement untuk dukung modal kerja dan ekspansi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
RATU Percepat Akuisisi Aset Produksi di 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyatakan sedang menjalani proses due diligence terhadap sejumlah aset energi potensial sebagai bagian dari strategi akuisisi jangka menengah. Dengan tenggat waktu yang terbatas hingga akhir 2026, manajemen memutuskan untuk menunda eksekusi transaksi hingga 2027, dengan target minimal satu akuisisi yang berkontribusi langsung terhadap arus kas operasional. Fokus utama tetap pada aset yang sudah berproduksi, demi meminimalkan risiko eksplorasi dan mempercepat return on investment.

Dukungan pendanaan dari private placement hingga 10% saham telah disetujui oleh RUPS Independen dan akan digunakan untuk memperkuat modal kerja. Direktur Utama Sumantri Suwarno menegaskan bahwa dana tersebut penting guna menopang kebutuhan cash call tahunan, sekaligus mendukung aktivitas pengembangan bisnis. Penekanan pada kualitas aset, terutama yang telah beroperasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan, menjadi prinsip utama dalam seleksi akuisisi.

Adrian Hartadi, Direktur lainnya, menyoroti bahwa private placement tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban dalam prospektus IPO, tetapi juga sebagai alat strategis untuk memperluas portofolio aset yang mampu memberikan nilai tambah signifikan terhadap laba dan kesehatan neraca perusahaan. Dengan pendekatan ini, RATU berupaya memperkuat posisi finansial jangka panjang sekaligus memperluas pangsa pasar dalam sektor energi.

Mengenai pembagian dividen, manajemen tetap berkomitmen untuk membayar dividen kepada pemegang saham sebagai bentuk penghargaan atas dukungan investasi. Namun, rasio pembayaran (dividend payout ratio) untuk tahun buku 2026 baru akan ditentukan pada akhir tahun, tergantung pada hasil evaluasi kinerja operasional dan anggaran tahun depan. Angka pasti belum dapat diungkapkan karena masih bergantung pada kondisi pasar dan kinerja keuangan akhir tahun.

Situasi geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dinilai menguntungkan bagi RATU. Meskipun proyeksi harga minyak kuartal IV-2026 menunjukkan penurunan ke level US$ 78–80 per barel, manajemen optimistis bisa menutup tahun 2026 dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini diperkirakan mendukung kinerja keuangan dan profitabilitas perusahaan di akhir tahun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya