Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Petrokimia Lewat Kolaborasi dengan Chandra Asri
Kerja sama sinergis antara Bank Mandiri dan Chandra Asri Group hadirkan solusi keuangan terintegrasi untuk mendukung kelancaran transaksi dan pertumbuhan usaha di industri petrokimia nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bank Mandiri secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk guna memperkuat sistem keuangan dalam ekosistem industri petrokimia. Kolaborasi ini fokus pada penyediaan layanan perbankan terintegrasi yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan transaksi, pengelolaan pembayaran, dan pendanaan mitra usaha sepanjang rantai nilai produksi petrokimia. Dengan pendekatan terpadu, kedua pihak berkomitmen meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat keterhubungan antara sektor industri dan perbankan.
Melalui sinergi ini, Bank Mandiri bertekad memperluas akses layanan keuangan yang sesuai dengan karakteristik bisnis pelaku usaha di sektor petrokimia. Senior Executive Vice President Corporate Banking 1 Bank Mandiri, Eny Kurniasih M. Mukarromah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari semangat HUT ke-28 bank, "Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia". Ia menekankan bahwa kemitraan ini bukan hanya soal dukungan finansial, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif di tingkat nasional.
Dari sisi Chandra Asri Group, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen untuk melengkapi dukungan kepada mitra usaha di luar penyediaan produk. Raymond Budhin, Direktur Polymer Sales, menyampaikan bahwa akses terhadap solusi keuangan yang lebih mudah dan terintegrasi memungkinkan mitra usaha berkembang secara efektif. Ia menilai kerja sama dengan Bank Mandiri membuka ruang bagi peningkatan nilai tambah, penguatan hubungan kemitraan, serta kelancaran aktivitas produksi dan distribusi di industri petrokimia.
Kedua pihak akan terus mengoptimalkan layanan sesuai dinamika kebutuhan mitra usaha di masa depan. Tujuan jangka panjangnya adalah menciptakan dampak ganda: peningkatan aktivitas ekonomi, perluasan kemitraan, serta kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dalam ekosistem industri. Dengan memperkuat konektivitas antara industri dan perbankan, kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama yang dapat direplikasi di sektor lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Akui Terganggu Tidur Usai Digantikan
Mantan Menteri Keuangan mengungkapkan kesulitan tidur setelah pergantian jabatan mendadak, namun kini mulai tenang menyusul penyerahan tugas kepada penggantinya.
15 September 2026

Jakarta Perkuat Kepercayaan Global untuk Investasi 2030
Gubernur DKI Jakarta menegaskan transformasi kota menuju global, hijau, dan tangguh melalui peningkatan kepercayaan publik dan kepastian iklim investasi hingga 2030.
15 September 2026

Rupiah Terus Melemah, Tekanan Global dan Kenaikan Suku Bunga Picu Penurunan
Rupiah mengalami pelemahan empat hari beruntun hingga menyentuh Rp17.685 per dolar AS, didorong penguatan greenback global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
15 September 2026

RATU Percepat Akuisisi Aset Produksi di 2027
Perseroan menargetkan minimal satu akuisisi tahun depan, fokus pada aset berproduksi, sambil memanfaatkan private placement untuk dukung modal kerja dan ekspansi.
15 September 2026
Berita Lainnya

Apple Intelligence Hadirkan Fitur Cerdas di iPhone Terbaru
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur dengan Revolusi Kamera dan AI
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max: 10 Pertimbangan Sebelum Beli
Selasa, 15 September 2026, 19.41 WITA

Trump Bantah Ancaman AI, Sebut Isu Itu Hoaks
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

Samsung Siapkan Galaxy Z Trifold 2 Lebih Cepat
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

KPK Tangkap Dirjen BPN, Wamen ATR/BPN Tekankan Koordinasi dan Integritas
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Gagalkan Penyelundupan Emas 29 Kg di Empat Bandara
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Hingga 2029
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA


