Bank Mandiri Tetapkan Hari Ini sebagai Cum Date Dividen Interim
Investor yang ingin mendapatkan dividen interim Bank Mandiri harus menyelesaikan transaksi sebelum penutupan perdagangan hari ini, 15 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hari ini, Selasa (15/9/2026), Bursa Efek Indonesia mencatatkan tanggal cum date untuk pembagian dividen interim PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. pada pasar reguler dan pasar negosiasi. Transaksi saham yang selesai sebelum penutupan perdagangan hari ini akan memenuhi syarat untuk mendapatkan hak atas pembayaran dividen. Sementara untuk pasar tunai, cum date ditetapkan pada 17 September 2026.
Tanggal penentuan pemegang saham yang berhak menerima dividen, atau recording date, ditetapkan pada 17 September 2026. Pembayaran dividen interim akan dilakukan secara langsung kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal tersebut, dengan jadwal pembayaran dijadwalkan pada 2 Oktober 2026. Keputusan ini menandai komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada investor.
Total nilai dividen interim yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp6,16 triliun, setara dengan Rp66 per saham. Angka ini didasarkan pada jumlah saham beredar sebanyak 93.333.333.332 lembar. Pembagian dividen ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Direksi, yang diambil pada 3 September 2026.
Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen mencerminkan kinerja keuangan yang stabil dan solid. Ia menyebut bahwa distribusi dividen ini sejalan dengan standar global dalam memberikan imbal hasil secara optimal tanpa mengorbankan pertumbuhan bisnis.
Dengan posisi modal yang kuat, likuiditas yang terjaga, serta kapasitas yang memadai untuk mendukung ekspansi, perseroan mampu memberikan dividen tanpa mengganggu arah strategis jangka panjang. Tujuan utamanya tetap menjaga keseimbangan antara kembali kepada pemegang saham dan keberlanjutan operasional perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham AI Terjun Bebas Usai Panglima Teknologi Serukan Perlambatan
Penurunan tajam saham perusahaan AI dan semikonduktor terjadi setelah tokoh utama industri menyerukan penghentian sementara pengembangan teknologi untuk menghindari risiko kehilangan kendali manusia.
15 September 2026

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik Akibat Pelanggaran Standar
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar, mencabut izin peredarannya, dan menegaskan larangan konsumsi demi melindungi masyarakat dari penipuan harga dan kandungan.
15 September 2026

Purbaya Bercanda Soal Mancing Usai Dipecat dari Jabatan Menkeu
Mantan Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana setelah hengkang dari jabatan menteri dengan bercanda soal memancing di kolam belakang rumah sambil merenung, sambil menegaskan tidak ingin kembali ke kabinet.
15 September 2026

Purbaya Lega Usai Serah Terima Jabatan, Utang Whoosh Tak Lagi Tanggung Jawabnya
Mantan Menteri Keuangan menyampaikan kelegaan setelah tidak lagi menangani utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang akan dicicil selama 80 tahun.
15 September 2026
Berita Lainnya

AI Perlu Dikendalikan, Tokoh Teknologi Serukan Perlambatan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Hacker Gunakan AI untuk Bobol 1,8 Juta Aplikasi Android
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Pengawasan TKA Harus Sesuaikan Kenyataan di Lapangan
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Polri Periksa Rantai Distribusi Beras Fortifikasi Palsu
Selasa, 15 September 2026, 15.34 WITA

Temuan Mineral Langka Raksasa di Madinah Diumumkan di IAEA
Selasa, 15 September 2026, 15.33 WITA

Penjualan BEV Melonjak, Toyota Soroti Peran Hybrid
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Pengalihan Saham BUMN di KCIC Tetap Berjalan
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA

Edwin Soeryadjaya Perkuat Kepemilikan Saham SRTG
Selasa, 15 September 2026, 15.32 WITA


