Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Macklemore Dicopot dari Tur Ed Sheeran Imbas Dukungan untuk Palestina

Rapper Macklemore dikeluarkan dari jadwal penampilan tur Ed Sheeran di AS setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina, menyebabkan perdebatan soal netralitas dalam seni dan politik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Macklemore Dicopot dari Tur Ed Sheeran Imbas Dukungan untuk Palestina📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rapper Macklemore secara terbuka mengungkapkan pemutusan kerja sama dengan tur konser Ed Sheeran di Amerika Serikat, yang menandai akhir dari perannya sebagai penampil pendukung di delapan pertunjukan tersisa. Keputusan ini diambil setelah pihak pengelola stadion, termasuk Robert Kraft pemilik Stadion Gillette, menolak kehadirannya karena pernyataannya yang mendukung Palestina.

Dalam unggahan di media sosial, Macklemore menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan murni pilihan Ed Sheeran, melainkan hasil tekanan dari pemilik stadion yang bersatu dalam ultimatum: jika dia tetap tampil, tur akan dibatalkan. Ia menyebut bahwa Ed Sheeran berada dalam posisi sulit, menghadapi tekanan dari pihak-pihak berpengaruh yang merasa terganggu oleh narasi kemanusiaan yang ia sampaikan di atas panggung.

Macklemore menegaskan bahwa tujuannya bukan menyerang siapa pun, melainkan mengingatkan publik akan realitas yang dialami warga Palestina. Ia menyoroti data kematian lebih dari 20.000 anak di Gaza, serta pengusiran massal dan kekerasan yang terus berlangsung. Menurutnya, menolak mengambil posisi dalam konflik yang melibatkan kekuasaan dan kekejaman bukanlah netralitas, melainkan pilihan yang memihak pada pihak yang berkuasa.

Pihak promotor tur, Messina Touring Group, menyatakan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore diambil demi menjaga kelangsungan acara dan menghindari dampak lebih luas terhadap ratusan ribu penonton. Mereka menekankan bahwa kehadiran rapper tersebut berpotensi mengancam kelangsungan pertunjukan di beberapa lokasi, terutama karena keberatan dari pihak pengelola stadion.

Kontroversi ini juga memicu reaksi dari organisasi seperti Israeli American Council (IAC), yang menilai panggung konser tidak layak digunakan untuk menyebarkan narasi politik. Namun, Macklemore tetap bersikeras bahwa kebebasan berekspresi dan kepedulian terhadap korban perang harus diperjuangkan, meskipun dengan harga yang tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya